Setiap 44 Menit Terjadi Aksi Kejahatan

159
Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi SIK memberikan keterangan saat  jumpa pers akhir tahun 2017 Polres Bantul di Pyramid Kafe, Kamis (28/12/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Selama tahun 2017 ini angka kriminalitas di Kabupaten Bantul mengalami penurunan dibanding 2016. Tahun lalu angka kriminalitas total 758 kasus dan tahun 2017 sebanyak 702 kasus. Terjadi penurunan 56 kasus atau 7 persen.

Untuk kasus yang berhasil diselesaikan tahun 2016 sebanyak 397 kasus dan 2017 sebanyak 363 kasus mengalami penurunan 34 kasus atau 8 persen. Crime clock tahun 2016 adalah 41 menit dan tahun 2017 menjadi 44 menit atau terjadi kenaikan 3 menit.

“Ini artinya  setiap 44 menit terjadi satu kejahatan,” kata Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi SIK dalam jumpa pers akhir tahun 2017 Polres Bantul di Pyramid Cafe, Kamis (29/12/2017).

Turut mendampingi Wakapolres Kompol Mariska Fendi Susanto SH SIK, Kabag Ops Polres Bantul Kompol Jan Bendjamin serta para Kasat, Kabag dan Kapolsek di jajaran Polres Bantul.

Kapolres  menjelaskan, dari10 jenis kejahatan di Bantul yang paling tinggi adalah Curanmor dengan 165 kasus naik dari tahun sebelumnya 154 kasus.

Baca Juga :  Wah, Masih Ada Warga BAB Sembarangan

Selanjutnya, pencurian dengan pemberatan sebanyak 122 kasus naik dari tahun lalu 95 kasus, Anirat 50 kasus turun dari 2016 sebanyak 82 kasus, penipuan 60 kasus turun dari tahun lalu yakni 88 kasus.

Penggelapan ada 34 kasus turun dari tahun 2016 sebanyak 61 kasus, pencurian biasa 60 kasus (stagnan), perjudian 23 kasus turun dari tahun 2016 sebanyak 36 kasus, curas 25 kasus turun dari tahun lalu 36 kasus, pengeroyokan 50 kasus naik dari tahun lalu 30 kasus dan KDRT ada 17 kasus turun dari tahun 2016 yang tercatat 25 kasus.

Wilayah paling tinggi angka kriminalitasnya adalah Polsek Banguntapan yakni 109 laporan, peringkat kedua Polsek Kasihan dengan 89 laporan dan Polsek Sewon dengan 57 laporan. Untuk terendah adalah Polsek Dlingo dengan 5 laporan.

“Bisa dikatakan Dlingo adhem ayem jarang ada kejahatan. Adapun jenis kejahatan adalah konvensional, transnasional serta kejahatan kekayaan negara. Untuk implikasi kontijensi serta kejahatan terhadap pelanggaran HAM nihil,” urai Kapolres.

Baca Juga :  Petugas KPK Gadungan Cari Mangsa

Di sisi lain untuk kasus Narkoba tahun 2017 mengalami penurunan yakni 39 kasus dibanding tahun 2016 sebanyak 44 kasus. Untuk pengedar  tahun ini semua laki-laki 48 orang. Kondisi  berbeda dengan tahun 2016, dari 50 tersangka 5 di antaranya adalah perempuan.

Untuk rentang pengguna usia 8 tahun-18 tahun ada 1 orang, 19-24 tahun sebanyak 17 orang dan usia 25 -40 tahun 30 orang. Di atas 40 tahun tidak ada. “Yang paling banyak sebagai pengguna narkoba adalah swasta, wiraswasta serta pengangguran,” katanya.

Data Lakalantas tahun 2017 tercatat 1.309 kejadian dengan 318 meninggal dunia (MD) naik dari tahun 2016 dengan 1.125 kasus dengan korban meninggal 120 orang.

Kerugian material ditaksir Rp 470,5 juta nyaris sama dari tahun sebelumnya. Sedangkan pelanggaran lantas di tahun 2017 ada 23.176 kasus dan tahun 2016 terjadi 13.337 kasus. (sol)