Si Kembar Kriwil Jadi Referensi Bahan Ajar PAUD

605
Dosen FKIP UAD, Yosi Wulandari dan Fitri Merawati dalam peluncuran buku di UAD, Rabu (23/8/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bahan bacaan bagi peserta didik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih terbatas pada saat ini. Kalau toh ada lebih banyak buku-buku bacaan yang terbitan lawas yang tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini.

Dari keprihatinan ini, guru-guru PAUD dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Kabupaten Bantul bersama-sama mencoba membuat kumpulan cerita anak. Didampingi Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Kependidikan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, sebanyak 18 guru akhirnya bisa menerbitkan kumpulan cerita anak berjudul ‘Si Kembar Berambut Kriwil’.

“Proses pembuatan buku ini sekitar empat bulan, mulai dari pengumpulan materi hingga cetak,” ujar Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UAD, Yosi Wulandari disela peluncuran buku di Kampus 2 UAD, Rabu (23/8/2017).

Baca Juga :  PT Harus Mampu Ikuti Revolusi Industri

Menurut Yosi, awalnya para guru mengikuti workshop menulis. Sebanyak 20 guru yang merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Bantul terutama di bawah naungan TK ABA ikut pelatihan mulai April 2017 hingga Juli 2017.

Namun dar 20 guru, tersisa 18 orang yang menyelesaikan pelatihan Mereka mempelajari tentang cerita anak, menggali ide, menciptakan penokohan, membangun alur, memilih diksi hingga praktek dan pendampingan penulisan.

Yosi menambahkan, potensi guru-guru PAUD dalam menulis cerita cukup besar. Mereka banyak memberikan gagasan dan cerita yang original berdasarkan fakta didapat saat mengajar anak-anak.

“Kami sempat kaget saat meminta mereka membuat satu paragraf tulisan, rata-rata sudah bisa membuat kalimat dengan baik dengan beragam ide. Dari situ kami optimistis bisa menerbitkan buku,” tandasnya.

Baca Juga :  Hidup Sehat Lahirkan Generasi Berkualitas

Sementara Fitri Merawati, Dosen FKIP UAD menambahkan, kumpulan cerita tersebut berdasarkan pengalaman pribadi para guru saat mengajar. Buku itu memiliki pesan moral dan menjadi bagian dari pendidikan karakter karena berisi tentang tolong menolong, saling memaafkan, nasehat orangtua, rekreasi hingga proses masuk di sekolah baru.

“Buku ini bisa diadopsi para guru dalam mengembangkan bahan ajar di sekolah. Kami kedepan mengembangkan program menulis ini agar lebih banyak ditularkan pada guru-guru lain,” imbuhnya.(yve)