Siang Terminal Bus, Dini Hari Jadi Pasar

528
Suasana pasar pagi di Terminal Bus dan Nonbus Prembun, Minggu (17/09/2017) pagi. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID– Bagi masyarakat Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen  dan sekitarnya, bukan pemandangan aneh apabila terminal  bus dan nonbus Prembun berfungsi ganda. Pada siang hari, fungsinya menjadi  terminal, namun pada dini hari hingga pagi, lahan  seluas 0,75 hektar itu berubah menjadi pasar pagi.  Di lokasi itu, pedagang dan pembeli bebas bertransaksi tanpa khawatir ditertibkan aparat.

Ny Rubinem (48) warga setempat mengaku hampir tiap pagi  kulakan  sayur mayur di pasar pagi terminal. Lebih dari lima tahun terakhir ini sebagian  lahan  terminal berganti fungsi menjadi pasar pagi. Barang yang diperdagangkan, dari sayur mayur, tempe, tahu, daging ayam ras dan ikan. Pedagang mengemasi barang dagangan, ketika jam menunjuk pukul 07:00. “ Tiap hari saya kulakan disini,“  kata Rubinem.

Meski memiliki dua fungsi, terminal  tidak semakin baik. Dari hari ke hari, terminal  ini semakin rusak,  malahan kumuh.  Di beberapa  tempat  bangunan  tidak terawat,  sepertinya lama  tidak dipelihara.  Bagian taman yang menjadi wajah depan terminal kotor, tumbuh rumput tumbuh liar.

Pendapatan  dari retribusi terminal  bus dan nonbus semakin surut, ketika Operasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) digerakkan. Petugas sudah tidak memungut  retribusi di tengah jalan. Retribusi hanya dipungut bagi bus dan nonbus yang menggunakan lahan parkir di dalam terminal.

Kepala Dinas Perhubungan Kebumen  Drs H Maskemi MPd yang dikonfirmasi koranbernas.id,  Minggu (17/09/2017) menjelaskan, lahan yang digunakan untuk terminal bus dan nonbus itu milik Pemerintah Desa Prembun.

Kontrak  lahan berakhir  tahun 2018. Dinas Perhubungan sejak  tahun ini hanya memanfaatkan sepertiga lahan  terminal, untuk terminal  bus dan nonbus (sol)