Siap-siap, Kebumen Bakal Jadi Pengekspor Sidat

425
Calon investor asal Jepang melihat budidaya sidat di Sidoluhur, Ambal, Kebumen, Sabtu (16/9/2017) (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kebumen ternyata memiliki berbagai potensi yang siap mendunia. Selain kopi, komoditi perikanan, khususnya sidat serta gula semut bakal jadi incaran investor dan siap untuk diekspor ke luar negeri.

Sebut saja dua calon investor dari Jepang, Shimizu Masashi dan Tomonori Maya yang khusus datang ke Kebumen, Sabtu (16/9/2017) untuk mengeksplorasi kedua komiditi tersebut. Mereka mencari tahu secara langsung menggali potensi investasi di Kebumen terutama di bidang pertanian, peternakan, pariwisata dan penyaluran tenaga kerja.

Salah satu pendamping tim, Panggih Waluyo Jati bersama Yusa Rachmat Wirasetya, Direktur PT. Kymmosi Global Indonesia–perusahaan hasil kemitraan dengan konsorsium pengusaha Jepang mengungkapkan, kedua pengusaha ini bukan pendatang baru di dunia investasi Indonesia. Mereka sudah menanamkan modal pada beberapa perusahaan di Indonesia. Saat ini mereka sudah bermitra mendirikan pabrik desinfektan di Sukoharjo serta bekerjasama dengan pabrik pengolahan kayu dan koperasi gula semut di Purbalingga.

Baca Juga :  Dispora Bina Pelajar agar Tak Kena Narkoba

“Kedatangan mereka ke Kebumen akan membuka mata para investor bahwa kebumen juga memiliki potensi investasi yang besar. Kunjungan para investor itu diharapkan menggugah minat dan membangun kepercayaan bagi pengembangan Kebumen,” ungkapnya.

Di sentra peternakan sidat di Desa Sidoluhur, Kecamatan Ambal, lanjutnya kedua pengusaha Jepang ini memberikan perhatian khusus pada teknik budidaya yang masih tradisional. Proses yang masih sangat tradisional ini menyebabkan tingkat keberhasilan budidaya sangat rendah.

Akibatnya daging sidat juga masih beraroma tanah yang cukup kuat. Padahal potensinya sangat bagus, tapi untuk bisa masuk ke pasar internasional diperlukan pembenahan teknik pemeliharaan yang lebih baik dan higienis.

“Jika kami berinvestasi disini kami akan memberikan pendampingan teknis untuk meningkatkan mutu produk,” jelas Masashi yang juga merupakan Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Indonesia-Jepang.

Baca Juga :  Alumni SPGN Purwokerto Reuni

Sementara Bupati Kebumen, Mohammad Fuad Yahya mengatakan, Pemkab Kebumen berharap para calon investor mampu menangkap peluang akan strategisnya lokasi Kebumen. Apalagi kedepan jaur Selatan-Selatan kota tersebut dekat dengan akses bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Melihat rekam jejaknya, para investor ini telah memiliki pengalaman berinvestasi di kabupaten-kabupaten tetangga yang juga menekankan komitmennya untuk memberikan banyak kemudahan dan fasilitas bagi proses investasi di Kebumen serta menjamin tidak akan ada pungli,” jelasnya. (yve)