Siapa Bilang Taekwondo Tak Cocok untuk Anak

740
Anak-anak berlatih taekwondo di Dojang Pesona Kayangan Depok Jawa Barat.

KORANBERNAS.ID – Bagi sebagian orang, beladiri taekwondo yang mengandalkan tendangan terlihat keras. Namun beladiri yang terkesan keras ini, sebenarnya aman diajarkan mulai dari anak-anak.

Di tingkatan anak-anak pada dasarnya baru diajarkan kerapihan gerak dasar dan kelincahan fisik serta fokus. Sekaligus sesekali dimasukkan teknik dasar taekwondo. Kemungkinan terjadi cedera memang bisa saja, tetapi itu pasti terjadi di luar gerakan yang diajarkan instruktur.

Hal itu disampaikan Odimanto Nuswantoro (pemegang sabuk hitam Dan II)  dan Hendy Hendarto (sabuk hitam Dan I) usai melatih Taekwobdo anak-anak di Dojang Pesona Djuanda Kota Depok Jawa Barat Minggu (9/9) pagi. Kemungkinan cedera itu, bisa terjadi pada saat kontak fisik. Sedangkan untuk anak-anak belum sampai ke tahapan itu.

Menurut Odi, mahasiswa Universitas Indonesia dan merupakan atlet tarkwondo handal di kampus UI sekaligus pelatih mahasiswa UI dan Fakultas Ilmu Budaya, sebenarnya idealnya latihan itu dimulai sejak anak sudah duduk di kelas 1 SD. Karena pada usia itu anak mulai fokus.

Baca Juga :  Kemenpora Buat Database Pemain

Namun berbeda dengan Odi, Hendy justru mulai menangani anak-anak di usia play group. Untuk anak-anak play group justru latihan masih dalam gerakan sangat aman.

Keduanya berpendapat, mempersiapkan atlet sejak dini adalah hal yang sangat bagus. Kelemahannya, anak-anak cenderung bosan.

“Terkadang juga baru mempelajari taekwondo, namun saat melihat olahraga lain juga tertarik, sehingga konsentrasi terpecah,” kata Odi.

Menurut Odi, sebenarnya taekwondo merupakan olahraga beladiri yang sangat aman. Cabang olahraga yang sudah dipertandingkan di tingkat olimpiade itu, dalam regulasi pertandingannya, atlet diwajibkan mempergunakan pelindung diri di bagian tubuh penting.

“Termasuk kepala juga sangat aman dengan pelindung helm khusus. Dibanding judo dan karate yang juga menggunakan kontak fisik,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejurda Minim Peserta, PODSI Keluhkan Sulit Cari Atlet

Pada SEA Games ke-29 yang baru saja berakhir di Malaysia, atlet taekwondo Indonesia mencatat prestasi lumayan. Dengan memboyong dua medali emas dan beberapa perak. Dengan mempersiapkan atlet sejak dini, diharapkan akan bisa menyokong prestasi olahraga beladiri tersebut di masa datang.

Di Dojang Pesona Kayangan, Depok ada 20  anak-anak berlatih setiap Minggu. Usia mereka mulai dari lima tahun sampai remaja. Mereka baru saja mengikuti ujian kenaikan tingkat massal di Taman Mini Indonesia Indah tanggal 3 September yabg lalu.

“Hasilnya baru akan keluar sekitar satu atau dua minggu mendatang. Karena pesertanya 800 orang mulai anak-anak, remaja sampai dewasa,” tandas Odi. (arie giyarto/ros)