Siasati Cara Bercadar, Mahasiswi Gunakan Masker Kain

1315
Mahasiswi UAD yang mengenakan cadar di kampus setempat, Jumat (09/03/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id).

KORANBERNAS.ID — Larangan cadar di kalangan mahasiswi UIN Sunan Kalijaga yang viral akhirnya membuat banyak informasi cara mahasiswi di kampus berpenampilan tertutup tanpa terlihat mencolok. Sejumlah mahasiswi yang sehari-hari mengenakan cadar mengaku tak melulu menggunakan cadar dari bahan kain untuk menutup wajah mereka.

Mereka lebih memilih menggunakan masker kain yang banyak digunakan untuk menutup hidung saat berkendaraan motor di jalan raya. Masker kain itu selain lebih mudah dipasang juga efektif menutup wajah.

“Tinggal dipasang ditelinga sebelum jilbab,” ujar AR, salah seorang mahasisiwi Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, Jumat (09/03/2018).

Masker kain itu, menurut AR tidak dipersoalkan pihak kampus. Bahkan saat proses belajar mengajar di kelas, dosen juga tidak melarangnya.

Bila masker kain kotor, dia pun menggantinya dengan masker biasa dari kertas kasa. Yang terpenting wajahnya tertutup.

Meski mengenakan kain penutup wajah, hal tersebut juga tidak menghalangi mereka untuk bergaul dengan teman kampus. AR menolak dikatakan pemakaian cadarnya bagian dari radikalisme.

“Ini hanya masalah pilihan menggunakan busana. Tidak semua yang mengenakan cadar radikal,” tandasnya.(yve)