Sikap Cendikiawan Harus Dipupuk Sejak Dini

318
Anggota Badan Pembina Harian UAD, M Muchlas Abror (kiri) dan Direktur Pascasarjana UAD, Dr Achmad Mursyidi MSc Apt menyampaikan paparannya dalam Prodamat III di kampus setempat, Sabtu (16/12/2017).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Mahasiswa harus memiliki sikap cendikiawan. Sikap tersebut perlu dipupuk sejak masih di bangku kuliah.

“Sikap kecendekiawanan merupakan sikap seseorang dalam memberikan respon terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat di lingkungan kecil di dunia kerja dan tempat tinggal maupun pada skala yang lebih tingkat nasional dan internasional,” papar Direktur Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr Achmad Mursyidi MSc Apt dalam Pembekalan 244 peserta Program Pemberdayaan Umat (prodamat) di kampus III UAD, Sabtu (16/12/2017).

Karenanya UAD, menurut Mursyidi yang memiliki visi pada nilai ke-Islaman memastikan mahasiswa yang akan terjun dalam masyarakat punya bekal yang baik sebagai dasar sikap kecendekiawanan. Diantaranya melalui prodamat yang diharapkan meningkatkan mental spiritual ke-Islaman pada mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.

Program tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong mahasiswa untuk memberikan solusi alternatif bagi berbagai permasalahan masyarakat. Dengan demikian terjadi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini diharapkan juga mendorong mahasiswa dapat melaksanakan program kreatif dan solutif bagi penyelesaian masalah kemasyarakatan,” tandasnya.

Sementara anggota Badan Pembina Harian UAD, M Muchlas Abror mengungkapkan banyak pembelajaran yang bisa kita teladani dari para tokoh Muhammadiyah seperti KH Ahmad Dahlan, KH Mas Mansyur, Ki Bagus Hadikusumo, KH Ahmad Badawi, KH AR Fakhruddin dan Buya Syafi’i Ma’arif.

“Para tokoh Muhammadiyah ialah kesederhanaan, rendah hati dan santun, keberanian berjuang dan menderita demi cita-cita, kesabaran, bekerja keras, kreatif, serta kejujuran dan kesungguhan dalam mengemban amanah,” imbuhnya.(yve)