Sindikat Pencuri Saldo Nasabah Menyamar Petugas Bank

778
Polda DIY bersama di Polres dan Polresta menggelar ungkap kasus tindak kejahatan pencurian uang lewat ATM, Selasa (20/03/2018) siang, di Mapolda DIY. Sebanyak 17 tersangka berhasil dibekuk oleh petugas. (rosihan anwar/koran bernas.id)

KORANBERNAS.ID –Setelah mendalami laporan yang diterima masyarakat, dalam dua bulan terakhir Ditreskrim Umum Polda DIY dan jajaran di tingkat Polres dan Polresta berhasil membekuk 17 anggota sindikat pencurian saldo nasabah lewat ATM.

Modus yang digunakan para sindikat beragam. Di antaranya menyamar sebagai petugas perbankan dan menempel stiker yang berisi informasi tentang nomor pusat layanan palsu.

AKP Anggaito Hadi Prabowo, Kasatreskrim Polres Bantul yang juga anggota tim Progo Sakti Polda DIY menyebutkan, banyak korban yang telah tertipu lewat cara itu.

“Ada yang menggunakan baju (seragam) sesuai bank dan tanda pengenal. Kemudian ada juga yang berusaha menghafalkan PIN (calon) korban. Kita sebagai orang awam tentu sangat yakin, jika yang datang dengan menggunakan seragam, pasti pegawai bank yang bersangkutan,” ujarnya, Selasa (20/03/2018).

Dalam konferensi pers di Mapolda DIY terkait kejahatan pencurian di boks Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mayoritas modus yang digunakan adalah mengganjal lubang masuknya kartu di boks mesin ATM.

Baca Juga :  Penambang Pasir Unjuk Rasa di DPRD DIY

Kemudian, jaringan sindikat berpura-pura membantu korban, ada yang berperan sebagai warga biasa maupun menyaru menjadi pegawai bank tertentu.

Menariknya, ada juga yang menempelkan stiker bertuliskan pusat layanan (call center) palsu untuk mengelabui calon korban.

“Saat warga ada yang kesulitan karena modus ganjal kartu tadi, ada yang berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyarankan nasabah untuk menghubungi call center yang tertera di situ. Padahal, stiker yang berisikan call center itu palsu,” terangnya.

Salah satu sindikat yang berhasil diungkap menggunakan alat skimming yang dapat menyalin data informasi nasabah. Namun, cara itu tetap bergantung dari data PIN nasabah yang berhasil diketahui pelaku.

“Saat masuk (boks ATM) sudah ada semacam chip yang nantinya akan menyalin data. Tapi yang terpenting, mau dimasukkan berkali-kali, kalau nggak tahu (nomor) PIN nggak akan bisa (membobol),” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Kucurkan Miliaran Dana Bansos ke Mantan Timses

Dirreskrim Umum Polda DIY Kombes Polisi Hadi Utomo menyatakan, dari 17 tersangka yang dibekuk di waktu dan tempat yang berbeda, mereka terbagi dalam beberapa sindikat.

“Ada yang bekerja sama (dengan sindikat lain), ada yang berdiri sendiri-sendiri. Kita terus mempelajari jaringan ini, karena korbannya tidak hanya di wilayah Yogyakarta saja,” terangnya.

Dari 17 tersangka yang ditangkap, salah satunya adalah wanita yang kerap dijadikan umpan dengan berpura-pura membantu korban yang kesulitan mengakses layanan perbankan di ATM.

Uniknya lagi, wanita tersangka ini kesehariannya berprofesi sebagai dosen di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta. (ros)