Singkong Rebus pun Tersedia di Mekkah

359

KORANBERNAS.ID — Menjelang Wukuf yang tinggal sepekan lagi, ada beberapa perubahan pelayanan jamaah calon haji di tanah suci Mekkah. Bus Shalawat yang biasanya mengangkut jamaah ke Masjidil Haram pulang pergi secara gratis, berhenti sementara.

Terhitung 16 Agustus 2018 pukul 12:00 sampai 24 Agustus, jamaah yang ingin beribadah ke Masjidil Haram harus naik taksi.

Demikian juga katering, tak ada lagi kiriman ransum makan tiga hari pra-ibadah Arafah Muzdalifah dan Mina (Armina) serta dua hari pasca-Armina.

Peluang itu ditangkap pedagang yang kemudian memunculkan semacam pasar tiban di sekitar hotel. Makanan sangat komplet. Bahkan singkong dan enthik rebus pun ada. Tahu tempe, empal daging tak ketinggalan.

Aneka lauk pasar tiban di Mekkah. (istimewa)

Demikian pula lauk oseng-oseng dan berbagai macam olahan sayur maupun buah-buahan tersedia komplet. Jamaah Ar Rahmah hanya nemasak nasi di rice cooker dan lauknya beli di pasar tiban. Jamaah menikmati suasana ini seakan-akan seperti pasar tradisional di Yogyakarta.

Jamaah calon haji KBIH Aisyiyah Kota Yogyakarta Kloter 23 SOC konsentrasi mempersiapkan diri menyongsong wukuf yang diawali dengan tarwiyah lebih dulu.

Jamaah haji KBIH Aisyiyah asal Kota Yogyakarta Kloter 23 SOC menggelar pengajian di lorong hotel. (istimewa)

Ustad H Setyadi Rahman selaku ketua rombongan mengabarkan seluruh jamaah sehat dan bersemangat. “Pengajian rutin dilakukan di lorong hotel,” ujar H Rowi Sutaryo  di Posko Haji Aisyiyah Kota Yogyakrta mengabarkan.

Sementara itu jamaah Ar Rahmah bersama jamaah lain dalam satu kloter usai Maghrib menerima penjelasan mengenai ibadah Armina dari ketua Kloter.  Hal ini dilakukan agar rangkaian puncak ibadah haji ini bisa terlaksana dengan lancar.

“Kendati ada beberapa yang terkena batuk, tapi pada umumnya jamaah sehat dan siap menghadapi wukuf di Arafah dan ibadah lainnya,” ujar Ketua Yayasan Ar Rahmah Drg H Ircham Machfoedz koranbernas.id, mengutip berita jamaahnya di tanah suci kepada.  (sol)