Sinta Bakal Jadi Tolok Ukur Tunjangan Dosen

602
Sosialisasi Sinta di UPN "Veteran" Yogyakarta, Rabu (18/10/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dosen punya tanggungjawab lebih. Sesuai Permenristek Dikti No.20/2017 tentang tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan profesor, dosen wajib membuat karya ilmiah hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal internasional.

Untuk memantau kinerja guru besar dan lektor kepala di seluruh perguruan tinggi di Indonesia secara online berdasarkan hasil penelitian, Kemenristekdikti pun membuat Science Technology Index (Sinta). Portal tersebut akan menampung beragam hasil penelitian dosen dalam indeks yang terstandar.

“Kinerja dan status akademisi ditentukan dengan tiga lampu yaitu hijau, kuning dan merah yang akan dipublikasikan setelah 18 November 2017 dalam Sinta. Perolehan lampu merah dapat mengurangi tunjangan guru besar maupun lektor kepala,” ungkap Peneliti di Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI, Lukman disela Sosialisasi Sinta di UPN “Veteran” Yogyakarta, Rabu (18/10/2017).

Baca Juga :  Pengelola Perusahaan Diminta Perhatikan Pekerja

Menurut Lukman, Sinta membaca kinerja perguruan tinggi melalui publikasi para dosen. Sejak diluncurkan awal 2017 lalu, sudah ada 43.000 penulis atau dosen yang terdaftar di portal tersebut dengan jumlah artikel mencapai 400.000 tulisan.

Namun jumlah tersebut masih sedikit dibandingkan jumlah dosen di Indonesia. Artikel yang masuk baru sekitar 15 persen dari total 300 ribu dosen di seluruh Indonesia ke sinta.ristekdikti.go.id.

“Dosen harus punya karya ilmiah yang terpublikasikan baik di tingkat nasional maupun internasional selama tiga tahun terakhir untuk bisa masuk ke Sinta,” tandasnya.

Lukman menambahkan, portal tersebut saat ini, pengumuman rapor baik merah, kuning maupun hijau di portal tersebut akan dilakukan 18 November 2017. Dosen maupun guru besar yang mendapatkan tanda merah alias rapor merah maka akan dipotong tunjangan sertifikasinya secara perlahan.

Baca Juga :  Abu Erupsi Merapi Sampai Kebumen

Bagi dosen yang mendapatkan rapor kuning maka harus menambah jumlah karya ilmiah sesuai yang ditetapkan pemerintah. Mereka minimal harus membuat satu jurnal internasional dalam setahun.

“Sedangkan yang raport hijau tidak akan diotak-atik tunjangan dosen. Masyarakat bisa melihat langsung profesor yang kinerjanya baik atau yang masih rapor merah, semua nilai transparan nggak ada yang ditutup-tutupi, semua orang bisa komplain ke Sinta
kalau ada yang nggak sesuai,” ungkapnya.

Sementara Dekan Fakultas Teknologi Industri UPN “Veteran” Yogyakarta, Tjukup Marnoto mengungkapkan, hingga Rabu (18/10/2017), ada sebanyak 121 dari 600 dosen kampus itu yang telah terdaftar di indeks Sinta.

“Portal ini mendorong dosen untuk menulis karya ilmiah sekaligus untuk mengukur
kemampuan diri,” imbuhnya.(yve)