Siswa di Sekolah Ini Sisir Jentik Nyamuk Hingga Radius 500 Meter

344
Siswa SMKN 1 Sewon menunjukkan kondisi  sekolah mereka yang bebas jentik dan bersih, Rabu (14/02/2018) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sekolah dengan lingkungan yang hijau, asri, dengan kamar mandi selalu terjaga kebersihannya serta bebas dari jentik nyamuk, merupakan hal yang  bisa didapati di SMKN 1 Sewon.

Sekolah yang berada di Dusun Pulutan Desa Pendowoharjo Sewon Bantul, yang baru saja meraih juara pertama sekolah sehat tingkat DIY tahun 2017 dan siap maju tingkat nasional,  memang memiliki kader di divisi  Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan kamar mandi.

Jumlah kader sebanyak 45 siswa. Selain melakukan pemantauan di kamar mandi sekolah dan lingkungan sekolah, mereka juga melakukan penyisiran hingga radius 500 meter dari sekolah.

“Kami melakukan pemantauan seminggu dua kali yakni selasa  usai jam istirahat pertama serta Jumat pagi jam pertama,” kata anggota divisi, Danang  Wahyu K didampingi  Fajar Fitri kepada koranbernas.id di sekolah tersebut, Rabu (14/02/2018).

Ketika memeriksa kamar mandi mereka pakai alat senter dan jika ditemukan jentik langsung dibersihkan. Dua bulan sekali dilakukan pembagian bubuk abate gratis yang ditabur di lingkungan kamar mandi sekolah ataupun kamar mandi milik warga, dengan radius 500  meter.

“Untuk kamar mandi warga jika  ditemukan jentik nyamuk, maka kami sampaikan kepada mereka untuk melakukan pembersihan. Karena kami memang melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan maupun kamar mandi,” tambah Danang.

Baca Juga :  Belajar Dulu Baru Jual ke Obyek Wisata

Mereka juga selalu mengecek tempat sabun di wastafel di depan setiap kelas dan bagian ruang yang lain. Sekiranya habis, merekalah yang mengisi ulang.

Sementara itu Fitri mengatakan, sebelum kegiatan pemantauan mereka akan briefing berbagi tugas. Begitu selesai, langsung dilakukan evaluasi hasil pantauan.

“Kita juga informasikan kegiatan kami dalam program 10 menit bersama kader usai upacara bendera hari Senin,” katanya. Kegiatan ini dilakukan bergiliran oleh 18 divisi.

Aminatun SPd selaku pembina Focus Group Discusssion (FGD) mengatakan, pihaknya senantiasa melakukan dan sosialisasi tentang pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada seluruh warga sekolah dan juga lingkungan sekolah.

Setidaknya hingga radius 500 meter PHBS itu disosialisasikan. “Masyarakat Alhamdulillah mendukung terselenggaranya sekolah sehat,” kata dia.

Mereka berkomitmen mendukung pelaksanaan sekolah sehat. Di antaranya tidak merokok di sembarang tempat dan ada poster-poster atau tempelan tulisan berisi imbauan.

“Kita memiliki 32 kader dan mereka secara berkala menggelar sosialisasi PHBS dan lingkungan yang bersih. Yang tidak kalah penting kita sampaikan adalah soal penanganan sampah,” katanya.

Untuk itulah mereka tidak jemu-jemu mengajak warga untuk menyediakan bak sampah di setiap rumah.

Baca Juga :  Ulama Ajak Pesantren Bersih dari Paham Radikal-Teroris

Sementara Farinti Nur H selaku Koordinator Cegah Anemi Remaja (Cemara) mengatakan skrening anemia terhadap  siswi di sekolah tersebut dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

“Kita untuk siswi ada sekitar 1.400 anak tersebar di 56 kelas. Tiap kelas ini memiliki satu kader yang melakukan skrening,” katanya.

Kader membawa kartu pemantauan anemia remaja. Sekiranya ada yang terdeteksi anemia dari pantuaan secara fisik akan dibawa ke UKS dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ditangani. Jika tidak mampu akan dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit.

Kegiatan pemberian Tablet Tambahan  Darah (TTD) dilakukan setiap hari Jumat selain kegiatan mengkonsumsi buah dan sayuran.

Kepala SMKN 1 Sewon Dra Sudaryati MPd didampingi ketua Lomba Sekolah Sehat (LSS) nasional Suranti SPd mengatakan muara dari kegiatan tersebut bukan sekadar hanya selesai pada lomba, namun menjadikan PHBS sebagai budaya.

“Sehingga nantinya hal ini bisa ditularkan ke lingkungan tempat tinggal masing-masing siswa dan warga sekolah lainnya,” kata Sudaryati.

Dia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak  yang sudah mendukung terlaksananya sekolah sehat di SMKN 1 Sewon. “Alhamdulillah terima kasih kepada masyarakat sekitar yang sudah mendukung kami,” katanya. (sol)