Siswa Sekolah Ini Dilatih agar Tidak Jadi Korban Bencana

101
Petugas dan relawan mengikuti gladi lapang Sekolah Siaga Bencana di SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman, Rabu (07/03/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupeten Sleman kembali menggelar Gladi Lapang Sekolah Siaga Bencana (SSB).

Rabu (07/03/2018), giliran SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman dijadikan sasaran kegiatan itu. Sebanyak 30 orang terdiri dari guru, siswa dan karyawan dikukuhkan menjadi Tim Siaga Bencana sekolah tersebut.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Sleman, Drs Joko Supriyanto MSi berharap tim siaga bencana sekolah terus meningkatkan wawasan kebencanaan dan menjadi agen penanggulangan bencana. “Tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Penanggulangan bencana tidak lagi dititik-beratkan pada penanganan kedaruratan. Oleh karenanya, Joko berharap mitigasi bencana menyatu dengan budaya dan local wisdom masyarakat Sleman.

Baca Juga :  Buat Games Sendiri ? Cuma Butuh 30 Menit

“Mitigasi bencana harus diperkenalkan dan diajarkan di bangku sekolah, bahkan sejak jenjang paling bawah,” tutur Joko.

Kepala SMK Muhammadiyah Prambanan Sleman, Iskak Riyanto, menyampaikan siswa perlu memahami upaya yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Ketika benar-benar terjadi bencana dapat diminimalisasi jatuhnya korban.

“Seperti di Eropa dan Amerika, ketika ada bencana besar korbannya cuma sedikit. Harapan kami anak-anak yang telah mengikuti simulasi penanggulangan bencana ini tidak menjadi korban ketika bencana terjadi,” kata Iskak.

Kabupaten Sleman memiliki 51 Sekolah Siaga Bencana. Pada 2018, Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan membentuk 8 SSB serta 36 Desa Tangguh Bencana (Destana).

Seperti halnya SSB, Pemerintah Kabupaten Sleman juga menargetkan akan membentuk 8 Destana, tahun ini. (sol)

Baca Juga :  Kami Tak Incar Uang, Ini Demi Kehormatan Trah HB VII