Siswa Sempat Panik, Soal UNBK Baru Bisa Diakses Pukul 09.00 WIB 

246
Siswa SMPN 2 Bukateja yang ikut numpang mengerjakan UNBK di SMKN 1 Bukateja, Purbalingga, Senin (23/04/2018). (Prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs di Kabupaten Purbalingga, pada hari pertama, Senin (23/04/2018) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung lancar.

Sempat ada kendala , yakni soal tidak bisa diakses hingga 30 menit di awal sesi pertama pada beberapa sekolah. Bahkan ada yang baru bisa diakses pada pukul 09.00 WIB. Sehingga hal ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan siswa peserta UNBK. Padahal seharusnya siswa mulai mengerjakan soal pukul 07.30 WIB.

Untuk mengatasi hal itu, pengawas minta setiap peserta tenang. Dan setelah proktor atau petugas berusaha menghubungi terus ke jaringan komputer pusat, akhirnya hal itu dapat diatasi.

Secara keseluruhan, siswa selesai mengerjakan tanpa halangan hingga selesai.

“Tidak ada masalah yang cukup berarti, hanya kendala kecil di awal-awal, tapi seterusnya lancar,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Subeno.

Menurutnya, di Kabupaten Purbalingga, pelaksanaan UN masih terbagi dua yaitu UNBK dan Ujian Nasional dengan Kertas Pensil (UNKP). Untuk yang sudah UNBK ada 100 sekolah, masing-masing 37 secara mandiri dan 63 menumpang.

Adapun rinciannya, untuk UNBK mandiri terdapat 21 SMP dan 16 MTs serta menumpang 43 SMP dan 20 MTs. Sedangkan yang masih berbasis kertas dan pensil terdapat 15 sekolah yaitu 12 SMP dan 3 MTs.

Baca Juga :  SMAN I Purbalingga Kirim Dua Siswa Ini ke OSN Padang

Total siswa yang ikut UNBK sebanyak 13.590 siswa dan UNKP 808 siswa. Hari pertama yang tidak ikut UNKP ada tujuh anak, tapi semua menyatakan mengundurkan diri alias tidak mengulang. Yaitu dari MTs Maarif NU 15 Siwarak 3 anak, SMP 4 Satu Atap Karangjambu (1), SMP 2 Karangjambu (1), SMP 5 Satu Atap Rembang (1) dan SMP Abdi Negara 1 Kaligondang (1). Untuk yang UNBK ada dua anak masing-masing dari SMP Maarif Karanggedang dan SMP Muhammadiyah 4 Kertanegara. Alasan keduanya yaitu keluar.

“Untuk yang UNBK, sampai Senin sore  belum seluruhnya masuk datanya, sehingga belum diketahui berapa yang tidak ikut,”kata Subeno.

UNBK SMP/MTs ini digelar selama empat hari, Senin-Kamis (23-26/04/2018). Untuk hari pertama Bahasa Indonesia, kedua Matematika, ketiga Bahasa Inggris dan hari terakhir Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Listrik Padam

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Karanganyar, sempat terjadi kendala di sesi pertama dan sesi ketiga. Di sesi pertama terjadi keterlambatan soal yang tidak bisa diakses selama 30 menit. Sedangkan sesi ketiga terjadi pemadaman listrik.

“Secara umum berlangsung lancar. Listrik sempat padam saat sesi III, tapi menyala lagi 15 menit kemudian,” kata Panitia UNBK MTs 1 Purbalingga di Karanganyar, Abas Rosyadi.

Di sekolah tersebut, juga terdapat seorang siswa, Muhammad Subaqir (16), yang harus dibantu oleh guru saat mengerjakan UNBK karena yang bersangkutan menderita glaukoma. Dia tidak bisa membaca karena mengalami kebutaan akibat gangguan retina sejak empat bulan terakhir.

Baca Juga :  Sepeda Motor Listrik Tumbuh Pesat

“Karena belum ada fasilitas yang mendukung, maka panitia dengan didampingi oleh pengawas, membacakan soal, kemudian siswa tersebut menjawab dengan lisan,” katanya.

Dari rayon 13 Kecamatan Bukateja dilaporkan, khususnya peserta UNBK yang numpang di SMKN 1 Bukateja, soal baru diakses rata-rata di atas jam 09.00 WIB. Namun ada satu ruangan,yakni di ruang laborat komputer dua, pada jam 07.32 soal sudah bisa diakses. Sementara di ruang laborat enam, baru bisa diakses pukul 09.15. Keterlambatan akses ini, dimanfaatkan oleh para peserta untuk belajar terlebih dulu.

“Namun secara keseluruhan, pelaksanaan UNBK  di Bukateja berjalan lancar,” ujar Kepala SMPN 2 Bukateja, Santosa,S.Pd.

Di SMKN 1 Bukateja, lanjut Santosa, ada dua sekolah yang menumpang UNBK. Yakni SMPN 2 Bukateja dan SMPN 3 Bukateja.

Sementara itu, beberapa siswa yang ditemui mengatakan, rata-rata soal Bahasa Indonesia yang diujikan pada hari pertama, cukup mudah.

“Bahasa Indonesia ada 50 butir soal, waktu pengerjaan dua jam. Namun satu jam lebih sedikit, saya sudah bisa mengerjakan soal-soal itu. Cukup mudah,” ujar Astri, siswi kelas 3C SMPN 2 Bukateja yang dibenarkan beberapa rekannya. (SM)