Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY

147
Pengunjung mengamati lukisan karya siswa SMAN 10 Yogyakarta yang dipamerkan di TBY, Sabtu (15/09/2018). (yvesta putu sastroseondjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –  Lebih kurang 70 karya seni dari para siswa SMAN 10 Yogyakarta, selama tiga hari 14-16 September 2018, dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Ini merupakan acara yang digelar dua tahunan sekali dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) sekolah tersebut. Dua tahun lalu event tersebut berlangsung di Plaza Ngasem.

Sekretaris Panitia, Eka Ningrum, menyampaikan kegiatan ini selain dimaksudkan sebagai ajang ekspresi juga sebagai sarana untuk mengenalkan seni kepada para siswa.

Pengunjung berfoto di arena pameran. (yvesta putu sastroseondjojo/koranbernas.id)

“Biasanya sekolah negeri itu lebih banyak eksak. Apa yang dirasakan dikeluarkan lewat karya seni yang memiliki nilai estetika,” kata guru Seni dan Budaya itu.

Didampingi Khairunnisa Afidayani, siswi kelas 12 IPA sekaligus Koordinator Kreatif, lebih jauh Eka Ningrum mengatakan karya yang dipamerkan tidak hanya seni lukis melainkan terdapat pula karya instalasi, fotografi serta poster.

Baca Juga :  Bupati Nyaris Jadi Korban Penipuan

Sekolah yang kini dipimpin oleh Drs Basuki itu juga menggandeng mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, siswa Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta maupun Komunitas Pensil Terbang, termasuk untuk pembuatan mural.

Melalui kerja sama ini diharapkan para siswa memiliki pengetahuan mengenai event organizer. Para alumni pun memberikan dukungan setidaknya menjadi penikmat karya seni.

Pentas seni dan lomba musik akustik menyemarakkan kegiatan pameran. (yvesta putu sastroseondjojo/koranbernas.id)

Adapun temanya adalah Modern Culture, perpaduan antara kebudayaan Indonesia dengan kemajuan yang terjadi sekarang.

“Budaya semakin berkembang. Munculnya budaya baru kadang-kadang membuat anak-anak bingung membedakan mana yang asli. Dengan menggabungkan lama dan baru, karya-karya mereka sangat bagus di luar ekspektasi saya,” kata Ekaningrum.

Sekretaris 2 Komite Sekolah, Tulus Widodo, juga terkejut dengan hasil karya para siswa yang dipamerkan di TBY.

Baca Juga :  Sayang Istri, Peltu Wahyudi Pilih Vasektomi

“Kami terus terang terkejut, karyanya bagus-bagus padahal SMA Negeri dan bukan jurusan lukis,” ujarnya. Pihaknya mendukung program tersebut jadi acara rutin karena terbukti positif.  (sol)