Siswa SMP Bukateja Belajar Sambil Ngelencer

258
Siswa SMPN 1 Bukateja melakukan praktik pembedahan reptil saat pembelajaran dengan model outdoor learning. (Prasetyo/ KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID–Sebanyak 210 siswa kelas 9 SMPN 1 Bukateja yang terbagi ke dalam tujuh kelas, selama sehari, Rabu (4/10) kemarin, mengikuti kegiatan outdoor learning (pembelajaran luar kelas). Menggunakan 15 angkutan pedesaan, para siswa yang didampingi 15 guru pendamping, mengunjungi empat obyek pembelajaran, dengan menerapkan sistem pembelajaran terpadu.
Ada pun empat obyek pembelajaran itu, Kantor Pengadilan Negeri (PN) Purbalingga, Sanggaluri Taman Reptil, Masjid Cheng Ho di Desa Selaganggeng Kecamatan Mrebet Purbalingga dan obyek wisata air Bojongsari atau Owabong.
“Tujuan dari pembelajaran outdoor learning ini adalah belajar sambil rekreasi, agar anak-anak tidak jenuh belajar terus menerus di dalam kelas. Dengan memanfaatkan obyek pembelajaran yang kami tentukan, siswa diajak mengenal langsung keadaan nyata di lapangan,” kata Titik Widajati Kepala SMPN 1 Bukateja.
Menariknya semua guru mata pelajaran memberikan tugas kepada para siswa dalam kegiatan outdoor learning itu. “Misalnya, guru Bahasa Jawa menugasi para siswanya membuat berita dalam bahasa Banyumasan,” ujar Titik kepada KoranBernas.id.
Kunjungan pertama para siswa adalah menyambagi Kantor PN Kelas 1B Purbalingga. Di sini, para siswa dikumpulkan di halaman, selanjutnya mereka mendapatkan motivasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pengadilan Negeri Purbalingga, Raden Heru Kuntodewo SH MH.
“Saya harap, kelak diantara kalian ada yang menjadi hakim atau bekerja di lingkungan pengadilan, dan kebetulan ada alumni SMPN 1 Bukateja yang kini bekerja di Pengadilan Negeri Purbalingga. Kalian bisa meniru dia,” ujar Heru Kuntodewo, alumni Fakultas Hukum UGM Yogyakarta ini.
Kemudian Heru menunjukkan alumni SMPN 1 Bukateja dimaksud, yakni Damas Satriyo W SH lulusan SMPN 1 Bukateja tahun 2001 yang kini menjabat sebagai panitera pengganti. Heru Kuntodewo juga berpesan, agar kelak jika diantara parasiswa SMPN 1 Bukateja ada yang menjadi hakim, harus bertindak adil dan jujur.
“Tugas hakim itu berat, mengadili seadil-adilnya sebuah perkara. Termasuk perkara korupsi. Korupsi itu merusak sendi-sendi kehidupan, untuk itu harus diberantas. Kalian harus bisa menjadi hakim yang tangguh, jujur dan adil,” pesan Heru kepada para siswa.
Di PN Purbalingga, para siswa juga diajak keliling mengenal ruang-ruang yang ada di pengadilan, seperti ruang sidang, ruang tahanan sementara sebelum terdakwa menjalani persidangan, ruang panitera, ruang hakim dan ruang perpustakaan.
Obyek berikutnya yang dikunjungi para siswa adalah Sanggaluri Taman Reptil. Di sini, dengan dipandu 15 instruktur yang sudah terlatih, para siswa mengamati praktik pembedahan. Dibagi ke dalam 15 kelompok, para siswa mengamati pembedahan reptil, yang masing-masing terdiri lima ekor ular, kadal dan katak.
“Agar para siswa paham dan mengetahui organ-organ yang ada pada tubuh reptil,maka kami ajak mengikuti praktek pembedahan ini.Mereka juga kami beri tugas,”ujar Endah Triyani SPd, guru IPA SMPN 1 Bukateja yang ikut mendampingi para siswa.
“Asyik sekali melihat langsung pembedahan ular. Tadi ketika dibedah, ternyata di dalam perut ular ada anaknya lima, kecil-kecil dan masih hidup. Saya jadi tahu fungsi organ-organ dalam tubuh ular, setelah dijelaskan oleh instruktur,” ujar Tentamena siswi kelas 9B.
Masih di Sanggaluri Reptil Park, sebagai penerapan dari pelajaran IPS dan Seni Budaya, para siswa ditugasi untuk mengamati museum uang,museum wayang dan taman pintar.
Selanjutnya para siswa diajak ke Masjid Cheng Ho di Desa Selaganggeng, Mrebet. Di sini para siswa melakukan shalat dhuhur berjamaah,yang dilanjutkan kegiatan rekreatif di Owabong. Di Owabong,para siswa diajari teknik berenang yang benar oleh guru Penjaskes, Achmad Muqtafin Fatih SPd. (ros)

Baca Juga :  Ada Air Mata di Botol Air Mineral