Siswa SMPN 2 Bantul Ini Mendalang Saat Lustrum Sekolahnya 

915
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Sunarto menyerahkan wayang kepada dalang cilik Mahatma Rindang. Disaksikan oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Bantul, Wiharno M.Pd saat perayaan Lustrum VIII 40 tahun sekolah tersebut, Rabu (25/10/2017) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–SMPN 2 Bantul menggelar rangkaian lustrum VIII 40 tahun yang puncaknya dengan acara apel bendera dan doa, pentas seni kreatifitas antar siswa, lomba tumpeng antar kelas dan  pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Rabu (25/10/2017) malam hingga Kamis (26/10/2017) pagi.

Ada dua dalang yang tampil yakni dalam cilik Mahatma Rindang siswa kelas VIIB  yang tampil pertama dilanjutkan dan dalang Mas Aneng Kiswantoro dari ISI dengan lakon Gatotkaca Kalajaya.

Nampak hadir staf ahli bupati Drs Supriyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto SH MM  dan ratusan tamu undangan lain, berikut para siswa dan walinya

masing-masing. Juga masyarakat sekitar yang memadati lokasi pertunjukan.

Wiharno M.Pd Kepala Sekolah SMPN 2 Bantul mengatakan sebelum puncak acara dengan pagelaran wayang kulit, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan berupa jalan sehat dan pentas seni pada Minggu (22/10/2017).

Juga dilakukan temu alumni serta ziarah kepada tokoh-tokoh yang turut memberi andil bagi berdirinya  sekolah favorit di Jalan Bantul tersebut.

Baca Juga :  Bulat Sudah, 34 DPD Desak Munaslub

“Untuk puncak acara kita isi dengan wayang kulit semalam suntuk tentu memiliki tujuan,”kata Wiharno didampingi wali kelas Mahatma Rindang, Umi Kulsum S.Pd.

Tujuannya tentu untuk melestarikan seni dan tradisi warisan nenek moyang agar dikenal oleh generasi muda dan kelak ikut nguri-uri. Selain itu, pertunjukan wayang juga sarat pesan-pesan dan nilai moral.

Sehingga memberikan pelajaran yang berharga bagi mereka yang melihat.

“Jadi wayang kulit bukan sebatas tontonan, tetapi ada tuntunan dan ada nilai moral  yang bisa menjadi salah satu cara untuk character building siswa,”kata Wiharno.

Sementara Umi Kulsum mengatakan Mahatma Rindang pentas selama 60 menit. Sebelum tampil dalam acara lustrum VIII, dirinya sebagai wali kelas memang melakukan komunikasi dengan siswa tentang bakat apa yang mereka miliki.

“Saat itu saya tanya, siapa  yang punya minat dan bakat seni. Ternyata Rindang ini bisa mendalang. Waktu itu orang tuanya juga sempat menemui saya dan menyampaikan jika Rindang itu bisa mendalang sejak SD. Maka hari ini kita tampilkan di sini,” katanya.

Baca Juga :  Tiap Pagi Pria Ini Bersihkan Isi Perut Ikan

Hal tersebut juga sebagai sarana bagi siswa untuk bisa menampilkan bakat yang dimiliki, sehingga bisa lebih maju dan berkembang ke depannya.

Sedangkan Bupati Bantul, Suharsono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Supriyanto mengatakan dalam perjalanan hingga usia yang ke 40 tahun ini banyak mencatat dan menorehkan prestasi.

“Prestasi itu tentu saja merupakan salah satu hasil perjuangan dan kerja keras dari seluruh komponen SMPN 2 Bantul,”katanya.

Kerja keras inilah yang harus dijadikan sebagai pedoman untuk senantiasa memotivasi diri dalam rangka meningkatkan kinerja.

“Salah satu tugas pendidikan yang tertuang dalam program Nawacita Presiden RI adalah membangun pendidikan karakter sejak usia dini. Selain itu pendidikan harus mengedepankan aspek-aspek kebhinekaan sebagai kekayaan Bangsa Indonesia, serta menghadirkan negara  dalam menangani pendidikan,’ kata Bupati. (SM)