SKK Migas Gandeng UP 45 Bangun Pribadi Berkarakter Pejuang

511
Narasumber mengajak berdialog saat menyampaikan materinya, Senin (28/05/2018), pada acara Capacity Building “The Ambassador” Wilayah Papua & Maluku, Senin (28/05/2018), di Kampus UP 45 Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Menggandeng Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta, Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Papua dan Maluku menyelenggarakaran Capacity Building “The Ambassador” Wilayah Papua & Maluku.

Kegiatan bertema Hulu Migas Membangun Pribadi Berkarakter Pejuang yang berlangsung Senin (28/05/2018) di Ruang Seminar Gedung Soekarno Kampus UP 45 Yogyakarta ini tujuannya untuk membekali para mahasiswa agar memiliki karakter sebagai pejuang.

“Peserta acara ini mahasiswa dan mahasiswi asal Papua-Maluku yang kuliah di UPN Veteran Yogyakarta sejumlah 50 orang, STTNas 40 orang, UP 45 sejumlah 60 orang, UGM 20 orang dan UST Akprind 25 orang,” ungkap Daris Kesuma M Psi, Ketua Panitia Lokal acara itu.

Total peserta berjumlah 250 orang termasuk dari SKK Migas – KKKS. “Dipilihnya Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta sebagai penyelenggara karena dua  alasan,” kata dia.

Pertama, fokus studi UP 45 Yogyakarta adalah bidang-bidang yang mengarahkan lulusannya berkarier pada industri yang bergerak di bidang energi khususnya minyak dan gas.

Kedua, jumlah mahasiswa asal Papua dan Maluku di UP 45 Yogyakarta persentasenya mencapai 30-40 persen. UP 45 Yogyakarta merupakan institusi yang strategis dalam menyiapkan anak-anak asal Papua dan Maluku sebagai ambassador atau duta perubahan.

Diharapkan mereka kelak dapat ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah, khususnya di industri Hulu Migas.

Dalam jangka panjang, salah satu tujuan pelaksanaan Capacity Building The Ambassador Wilayah Papua dan Maluku adalah menjadikan penduduk setempat sebagai tuan rumah di daerah.

Dengan begitu, kedua daerah itu merasa berkepentingan untuk bekerja sama dengan lembaga pendidikan seperti UP 45 Yogyakarta.

Pada forum tersebut, beberapa contoh warga asli asal Papua dan Maluku sebagai ambassador-ambassador yang telah berhasil meniti karier di sektor Migas hadir dan memberikan inspirasinya di hadapan peserta.

Harapannya, kata dia, mahasiswa Geoscience asal Papua dan Maluku Jurusan Teknik Perminyakan, Teknik Geofisika, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi dan Teknik Lingkungan, yang kuliah di UP 45, UGM, UPNVY, STTNas dan UST Akprind Yogyakarta, dapat memaksimalkan proses pendidikan selama di Yogyakarta.

“Mereka diharapkan dapat saling mendorong kemajuan pengembangan kapasitas pribadi, agar mampu mengembangkan kemandirian dan profesionalitas di bidangnya,” tambahnya.

Konstruktif

Melalui dialog yang bersifat kekeluargaan dan inspiratif diharapkan mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama dapat menjalin hubungan emosional yang konstruktif dan saling berbagi dan inspiratif.

Selain itu, juga dapat menginisiasi komunitas yang konstruktif tersebut, yang bersifat tukar pengalaman dari para pakar dan beberapa KKKS praktisi yang dapat dijadikan role model.

Mahasiswa asal Papua dan Maluku yang menempuh studi di kampus-kampus tersebut dapat menyelesaikan studi dengan baik dan berkarier di bidang yang dituju.

Di antara para tokoh itu adalah Christina (BP), Yanto Kambu (BP) serta Jacky Latuperisa (pengusaha yang juga alumnus UP 45). Acara ini diharapkan menjadi awal kegiatan yang berkelanjutan.

Adapun narasumber Kepala SKK Migas Wilayah Bagian Timur Dr A Rinto Pudyantoro, Communication and External Affairs Department BP Dr Hidayat Alhamid serta Denny Ruddiard Imbenay selalu Field HR & IT Sr Supervisor-KMT Petrogas (Basin) Ltd.

Rektor UP 45 Yogyakarta Ir Bambang Irjanto MBA didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Syamsul Ma’arif ST M Eng, mengapresiasi gelaran acara tersebut. (sol)