Sleman Dukung Iklim Investasi yang Kondusif

422

KORANBERNAS.ID — Sleman juga memiliki prospek secara ekonomi, merupakan pilihan tepat bagi tujuan pendidikan serta memiliki beragam obyek wisata. Sleman juga menyimpan beragam potensi yang siap untuk digali dan dikembangkan.

“Oleh karena itu, Sleman sangat terbuka dan berpotensi bagi pengembangan usaha-usaha kreatif,” kata Drs H Sri Purnomo MSI, Bupati Sleman disela-sela penandatangan MOU PMA/PMDN dengaan UKM di Rich Hotel, Senin (30/10/2017).

Menurut Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten Sleman juga senantiasa mendukung investasi pengembangan usaha. Berbagai program kebijakan yang kami kembangkan adalah untuk menciptakan iklim usaha yang terbuka, kondusif dan aman.

“Berbagai regulasi telah kami siapkan untuk mendukung upaya ini seperti pola pengaturan pajak dan restribusi yang berimbang, yang tentunya sangat mendukung dunia usaha,” katanya.

Keunggulan lain adalah karena Sleman juga merupakan tujuan pendidikan maka ketersediaan tenaga kerja dengan skill yang mendukung usaha selalu melebihi daerah lain. Selain itu, infrastruktur pendukung usaha seperti sarana dan prasarana transportasi menjadikan Sleman mudah diakses.

Perkembangan penanaman modal di Kabupaten Sleman selama 5 tahun terakhir, baik investasi PMA, PMDN maupun Non PMA/PMDN mengalami peningkatan baik jumlah unit usaha maupun nilai investasi. Pada tahun 2016 jumlah unit usaha PMA sebanyak 66 unit usaha dengan nilai investasi mencapai US$ 233.58 juta mengalami kenaikan sebesar 0,68% dibandingkan dengan nilai investasi tahun 2015 sebesar US$ 233,54 juta (0,017%).

Kenaikan antara lain disebabkan adanya tambahan 9 perusahaan PMA. Jumlah unit usaha PMDN pada tahun 2016 mencapai 60 unit usaha dengan nilai investasinya mencapai 3.370,88 miliar rupiah meningkat 6,70% dibandingkan dengan nilai investasi tahun 2015 sebesar 3.159,44 miliar rupiah.

Sektor pendorong pertumbuhan ekonomi Sleman antara lain dari sub sektor bangunan, dan sub sektor perdagangan, hotel dan restoran khususnya bidang restoran. Perkembangan sub sektor ini dapat dilihat melalui semakin banyaknya investasi dalam sektor restoran / rumah makan dan pembangunan bangunan gedung serta ditunjang dengan pertumbuhan sub sektor jasa lainnya.

Sementara dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, Kabupaten Sleman membuka diri untuk penanaman investasi. Potensi investasi di Kabupaten Sleman terdiri dari berbagai sektor/bidang.

Potensi investasi di bidang pertanian meliputi komoditas hasil pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan. Bidang pariwisata antara lain meliputi usaha wisata alam, wisata candi, museum, wisata olahraga, wisata pendidikan, wisata budaya dan wisata agro. Bidang industri meliputi industri pengemasan, industri pengolahan dan industri pengolahan bahan galian golongan C.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa Kegiatan Temu Kemitraan dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 telah memfasilitasi 45 kemitraan. Selama 3 tahun berjalan ditemui beberapa hambatan dan kendala, diantaranya pelaksanaan belum mencerminkan prinsip kemitraan yaitu disertai saling memerlukan, memperkuat dan saling menguntungkan, Kemitraan yang dilakukan belum diikuti dengan pembinaan Manajemen, pelatihan, promosi dan sebagainya. Perusahaan besar maupun UKM belum saling tahu tentang informasi kerjasama yang dilakukan. (yve)