Sleman Gelar Jambore Literasi

185

KORANBERNAS.ID–Dalam rangka menumbuhkan minat baca dikalangan masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mengadakan jambore literasi. Jambore yang diselenggarakan untuk pertama kali ini dipusatkan di desa wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman selama dua hari pada Jumat (27/04/2018) dan Sabtu (28/04/2018).

Tercatat sekitar 150 pegiat literasi yang terlibat sebagai peserta antara lain dari kalangan pustakawan, penulis, komunitas literasi, anggota karang taruna, PKK, pendidik PAUD, saka pariwisata, dan gerakan pemasyarakatan minat baca (GPMB) se-Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM kepada wartawan, Kamis (26/04/2018) mengatakan jambore literasi I ini mengusung tema tentang peran pegiat literasi dalam pengembangan minat baca.

“Sasaran awal kami ke pegiatnya dulu, dengan harapan mereka bisa menularkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti kegiatan jambore,” kata Ayu.

Tentang dipilihnya desa wisata Pentingsari sebagai lokasi penyelenggaraan karena terdapat fasilitas pojok baca, sekaligus untuk pengenalan obyek wisata yang ada di Sleman. Jambore diisi kegiatan talkshow mengundang narasumber dari instansi Perpusnas, Kementerian Pendidikan, dan Badan Perpustakaan dan Arsip DIY. Selanjutnya dirangkai acara outbond.

Disampaikan Ayu dimasa mendatang, jambore literasi ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan. Untuk memperluas wawasan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memiliki wacana mengundang narasumber dari luar daerah hingga manca negara.

“Melalui kegiatan jambore ini kami ingin bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang literasi, yang tidak hanya berhenti pada membaca saja tapi juga menelaah informasi hingga membuat karya tulis,” tutur Ayu.

Menurut Ayu, upaya peningkatan minat baca harus dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga. Meski berdasar riset tahun 2016 tingkat literasi Indonesia berada di peringkat 60, namun Ayu mengklaim kondisi di Sleman tidak separah itu.

“Tetap diperlukan upaya untuk mendorong minat baca masyarakat yang sering terkendala minimnya sarpras, dan keterbatasan akses lokasi perpustakaan,” jelasnya. (yve)