Sleman Hasilkan Sampah 534 Ton Per Hari

752

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman siap mengadopsi sistem pengelolaan sampah dari Kabupaten Malang Jawa Timur.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi bersama SKPD terkait, Bagian Humas serta sejumlah wartawan termasuk wartawan koranbernas.id, berkunjung ke Kabupaten Malang, Rabu hingga Jumat (27-29/09/2017).

Sri Purnomo menyampaikan jumlah penduduk Sleman 1.068.157 jiwa, dengan asumsi satu orang memproduksi sampah 0,5 kg per hari maka diperkirakan menghasilkan sampah sekitar 534 ton per hari.

Sebagian masyarakat belum memprioritaskan pengelolaan sampah dan menganggap alam mampu menangani sampah dengan sendirinya.

Hasil dari kunjungan ke Kabupaten Malang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah di Sleman.

Timbunan sampah di TPA Talang Agung Malang. (bid jalasutra/koranbernas.id)

Wakil Bupati Malang Drs HM Sanusi MM yang menerima kunjungan Bupati Sri Purnomo beserta rombongan menyampaikan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Agung Malang luasnya 4,1 hektar.

TPA ini juga merupakan tempat pengelolaan sampah terpadu. Sampah organik dan nonorganik dipilah lalu ditimbun tanah.

“TPA ini setiap hari mendapat kiriman limbah organik dan anorganik sebanyak 200 meter kubik per hari dari 13 kecamatan,” kata Sanusi.

Baca Juga :  Jogja Kota Pertama Audisi SUCA ke-4

TPA Talang Agung dilengkapi pula pengolahan air lindi dan air hasil limbah ke lingkungan dengan kondisi baik sehingga tidak mencemari lapisan tanah.

Menurut Sanusi timbunan sampah menyebabkan terciptanya gas CH4 (Methane). Gas tersebut menyebabkan bau busuk di udara.

Di TPA Talang Agung ini penangkapan gas methane diawali dengan instalasi penangkapan gas methane, agar gas tidak menyebar ke udara. Methane merupakan salah satu gas beracun.

“Penangkapan gas methane dilakukan dengan pipa-pipa pada tumpukan sampah yang sudah memenuhi standar pakai untuk TPA dengan sistem sanitary dan kontrol landfill,” tutur Sanusi.

Dari gas methane tersebut TPA Talang Agung menghasilkan gas yang bisa dimanfaatkan untuk memasak. Gas pengganti LPG itu saat ini sudah dimanfaatkan masyarakat sekitar Talang Agung.

“Ada sebanyak 260 kepala keluarga (KK) di Talang Agung memanfaatkan gas methane untuk memasak setiap hari dan setiap bulan setiap KK hanya membayar Rp 6 ribu,” tambah Kodri, petugas pengelola TPA Talang Agung.

Baca Juga :  Pencuri Ternak Ini Akhirnya Diamankan

Tidak seperti TPA umumnya, TPA Talang Agung tidak hanya memiliki zona-zona pembuangan sampah, tetapi juga terdapat kawasan Ruang Terbuka Hijau. Pohon dan bunga ditanam di zona-zona sampah yang sudah pasif.

Ruang terbuka hijau di TPA Talang Agung Malang. (bid jalasutra/koranbernas.id)

Menanggapi hal ini Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, Kabupaten Sleman pada tahun 2018 akan mengawali konsep pembangunan TPA yang bersih dan tidak ada kesan kumuh.

“Kita siapkan lahan 4,5  hektar di wilayah Madurejo Prambanan yang lokasinya dekat pembangungan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT),” kata Sri Purnomo.

Diharapkan tahun 2020 TPA tersebut sudah bisa dioperasikan dan TPA di Prambanan harus steril dari sapi yang memakan sampah.

Di Kabupaten Sleman lanjut Sri Purnomo telah terbentuk 275 bank sampah dan 31 kelompok pengelola sampah mandiri. Jumlah tersebut diupayakan meningkat sebagai upaya mengurangi timbunan sampah dari sumbernya.

Pemkab Sleman telah membangun 26 tranfer depo dan merencanakan setiap tahun setiap desa memiliki transfer depo di wilayahnya. (sol)