Sleman Jadi Acuan Penanganan Pengungsi

267
Direktur Penanganan Pengungsi, Taufik Kartiko dan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bertukar cenderamata pada acara Pendampingan Teknis Petugas Barak Pengungsian di Aula Unit 1 Pemda Sleman, Jumat (11/08/2017).

KORANBERNAS.ID – Kabupaten Sleman  menjadi model penanganan bencana erupsi Gunung Merapi. Berbagai pihak  dari dalam negeri maupun luar negeri, menjadikannya sebagai acuan.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI tatkala membuka acara Pendampingan Teknis Petugas Barak Pengungsian di Aula Unit 1 Pemda Sleman, Jumat (11/08/2017), menyatakan pada bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu, Pemerintah Kabupaten Sleman mampu mengkoordinir kurang lebih 20.000 pengungsi dengan baik.

“Mereka banyak belajar kepada kita bagaimana caranya mengevakuasi sedemikian banyak korban dengan waktu dua jam saja. Tentu ini berkat kerja sama dari seluruh elemen masyarakat,” jelas Sri Purnomo.

Acara yang diprakarsai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan pengungsian secara responsif, cepat dan efisien.

Sri Purnomo mengatakan penanganan bencana di Kabupaten Sleman telah terkoordinasi dengan  baik. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tidak bisa melaksanakan tanpa partisipasi masyarakat.

“Sleman memiliki potensi bencana erupsi Gunung Merapi yang tidak dapat diprediksikan kehadirannya. Maka dari itu, Pemkab Sleman menyadari pentingnya mitigasi bencana sejak dini,” kata dia.

Mulai tahun 2014 sampai saat ini Sleman memiliki 36 Desa Tangguh Bencana, 48 Sekolah Siaga Bencana dan 16 pasang sister school.

Mantan Kepala BNPB  Prof Dr Syamsul Maarif SIP MSI yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan pengungsian harus dikelola dengan baik. Inilah pentingnya pendataan jumlah pengungsi by name by address. Data pengungsi dapat digunakan untuk pengaturan distribusi bantuan.

Satu rangkaian dengan kegiatan itu digelar simulasi di Posko Utama Pakem serta di lima barak pengungsian di antaranya Brayut, Plosokerep, Umbulmasrtani, Pandanpuro dan Purwobinangun.

Adapu peserta 40 orang perwakilan dari BPBD  Sleman, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Humas Pemda, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Babinsa (TNI), Babinkamtibmas (Polri) dan petugas pos barak pengungsian. (bid jalasutra)