Sleman Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak

330

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus melakukan berbagai upaya nyata dalam mewujudkan komitmen program Kabupaten Layak Anak. Diantaranya pendirian Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Perempuan dan Anak yang siap membantu masyarakat.

“Upaya tersebut dilakukan dengan komitmen maupun langkah meliputi peningkatan pembiayaan, peningkatan kapasitas dan peningkatan sarana prasarana serta regulasi,” kata Dra Sri Muslimatun MKes, Wakil Bupati Sleman di Sleman, Minggu (27/08/2017).

Menurut Sri Muslimatun, Pemkab Sleman telah menerbitkan Perda Perlindungan Anak Nomor 18 Tahun 2013 dan belum lama juga menerbitkan Perda Perlindungan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Nomor 2 Tahun 2017. Pemkab Sleman juga telah memberikan stimulan kepada sekolah untuk mewujudkan sekolah ramah anak.

“Selain itu menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum Sleman dan Bank Sleman dengan CSR-nya, sehingga saat ini telah terwujud sekolah ramah anak 39 sekolah SD, SLTP, dan SLTA,” kata Sri Muslimatun.

Sleman juga melakukan peningkatan kapasitas melalui pembentukan gugus tugas dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai tingkat desa yang siap mewujudkan Kabupaten Sleman layak anak. Sebab saat ini jumlah anak di Sleman mencapai 29 persen dari jumlah penduduk Sleman.

Sri Muslimatun mengatakan, ke depan Pemkab Sleman akan mengupayakan pembinaan dan perlindungan terhadap peradilan anak sesuai dengan kondisi anak-anak, sehingga harapannya anak yang terlibat masalah hukum dapat dibina sehingga kelak menjadi anak yang lebih baik lagi.

“Peran keluarga dalam membentuk karakter anak juga masih diperlukan. Berbagai kendala seperti banyak anak yang bukan anak Sleman tinggal di Sleman diatasi dengan melibatkan peran aktif orang tua indekos serta para gugus tugas telah terbentuk di Sleman,” tutur Sri Muslimatun. (yve)