Sleman Memulai Gerakan Konsumsi Produk Sendiri

122
Gapoktan Sidomulyo menyelenggarakan RAT Tutup Buku Tahun 2017 di Aula Balai Desa Sidomulyo Godean Sleman, Kamis (15/03/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai menggerakkan masyarakat  agar mengkonsumsi produk sendiri. Langkah ini diawali dengan pasokan beras dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Sleman, Rudi Suryanto, menyampaikan sesuai dengan visi dan misinya Pemerintah Kabupaten Sleman ingin mensejahterakan petani dalam kemandirian ekonomi dan memiliki daya saing.

Salah satu program Sleman Smart City adalah pendistribusian beras hasil produksi tani Gapoktan. “Beras Produksi Gapoktan semua akan didistribusikan ke ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Sleman,” kata Rudi, Kamis (15/03/2018).

Saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2017 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomulyo di Aula Balai Desa Sidomulyo Godean Sleman, Rudi mengapresiasi Gapoktan Sidomulyo yang memasang logo Sleman di karung beras hasil Petani Sidomulyo.

Baca Juga :  Jalan Berlubang Ganggu Perekonomian Warga

Ini merupakan salah satu visi Sleman Smart City yaitu mempromosikan beras hasil petani Sleman. Rudi menargetkan beras Sleman pada 2022 sudah memasuki pasar modern. “Target kita 2022 beras Sleman sudah masuk pasar modern,” kata Rudi.

Beras yang akan disuplai harus memenuhi tiga persyaratan yaitu kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Dari 19 Gapoktan di Sleman mampu memenuhi kebutuhan ASN dan mempunyai standar kualitas yang sama.

Kepala Sub Bidang Distribusi Pangan, Sumaryatin, menambahkan LDPM Sidomulyo tiap tahun memiliki catatan grafik yang terus meningkat.

Dia berharap masyarakat Sidomulyo Sleman bangga mengkonsumsi produk sendiri. “Kita harus meninggalkan merk beras luar dan beralih menggunakan produk sendiri,” kata Sumaryatin.

Baca Juga :  Ini Cara Seniman Banyumas Membingkai Nusantara

Adapun RAT tujuannya untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus Gapoktan Sidomulyo 2017 dan Pemaparan Rencana kerja sekaligus Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPD) Gapoktan pada 2018.

Ketua Gapoktan Sidomulyo, Jumeni, menyampaikan terjadi peningkatan dari tahun 2016 ke tahun 2017 di tiap program kerjanya.

Program Kerja tersebut meliputi Usaha Simpan Pinjam LKM-A (Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis), Bidang usaha Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan Bidang Usaha LDPM (Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat). (sol)