Sleman Miliki Rumah Data Kependudukan Kampung KB. Untuk Apa?

1117
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Drs Sulistyo SH CN MSi meninjau fasilitas Rumah Data Kependudukan Kampung KB Padukuhan Malangrejo, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak Sleman, Senin (27/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Rumah Data Kependudukan Kampung KB (Keluarga Berencana) Padukuhan Malangrejo, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, telah diresmikan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Drs Sulistyo SH CN MSi, Senin (27/11/2017).

Rumah Data Kependudukan tersebut merupakan pusat data terkait dinamika penduduk baik secara kuantitas maupun kualitas yang berbasis di Kampung KB.

Sulistyo mengatakan bahwa Rumah Data Kependudukan ini akan menjadi sumber informasi mengenai kondisi masyarakat di level mikro. Sehingga menurutnya data tersebut nantinya dapat dijadikan referensi untuk perencanaan pembangunan di daerah tersebut. “Pada intinya ending dari program KB ini adalah terwujudnya keluarga yang berkualitas,” jelasnya.

Sulistyo menambahkan  bahwa pada tahun 2020 nanti Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu meningkatnya jumlah usia produktif di tengah-tengah masyarakat.

Ia berharap masyarakat mulai mempersiapkan langkah-langkah untuk menghadapi kondisi tersebut.

“Bonus demografi ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik, jika tidak maka kita akan kehilangan momentum ini,” paparnya.

Baca Juga :  TNI Ikut Kendalikan Pertumbuhan Penduduk

Sementara  Drs Bambang Marsudi MM, selaku Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY berharap keberadaan Rumah Data Kependudukan Kampung KB tersebut mampu berdampak pada kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Menurutnya sudah ada sebanyak 78 Kampung KB yang tersebar di seluruh Kecamatan di DIY. Adapun Rumah Data Kependudukan tersebut, lanjutnya, berfungsi sebagai basis data dan informasi kondisi kependudukan suatu wilayah.

“Ketersediaan data melalui Rumah Data Kependudukan merupakan suatu indikator keberhasilan dalam melaksanakan perkiraan untuk membangun kampung KB. Sehingga peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” tutur Bambang.

Purwatno Widodo SHCN, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Kabupaten Sleman menambahkan bahwa di Kabupaten Sleman telah memiliki 17 Kampung KB yang tersebar di masing-masing kecamatan.

Ia juga menjelaskan bahwa kesadara masyarakat Sleman dalam melaksanakan program KB cukup tinggi. Hingga bulan Oktober lalu, lanjutnya, peserta KB baru mencapai 9.654 peserta. “Sedangkan KB aktif berjumlah 137.331 peserta,” kata Purwatno.

Baca Juga :  Kampung Wisata Harus Dapat Membuat Wisatawan Terkesan

Purwatno juga berharap Rumah Data Kependudukan tersebut mampu meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dan mitra di Kampung KB. Diharapkan pula Rumah Data Kependudukan tersebut dapat meningkatkan keterlibatkan masyarakat atas program-program KB yang dicanangkan oleh Pemerintah. “Semoga keberadaan Rumah Data Kependudukan di Padukuha Malangrejo ini dapat menjadi role model bagi keberadaan Rumah Data Kependudukan di Kampung KB lainnya di Kabupaten Sleman,” imbuhnya.

Kampung KB merupakan intruksi Presiden yang telah dicanangkan sejak tanggal 14 Januari 2016 lalu, di dusun Jenawi, Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Dalam intruksinya, setidaknya setiap Kabupaten/Kota setidak-tidaknya harus memiliki satu Kampung KB.

Di DIY sendiri telah ada 78 Kampung KB yang berada di setiap Kecamatan yang tersebar di lima Kabupaten/Kota. (SM)