Sleman Miliki Rumah Kreatif Bapas

76
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menyerahkan Berita Acara kerja sama launching Rumah Kreatif Bapas Yogyakarta di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (31/07/2018). (nila jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dalam rangka pemenuhan dan perlindungan hak anak yang berhadapan dengan hukum, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), melaunching Rumah Kreatif Badan Pemasyarakatan kelas 1 (Bapas) Yogyakarta, Selasa (31/07/2018), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Program Rumah Kreatif tersebut merupakan kerja sama Bapas Yogyakarta dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. Tujuannya  untuk meningkatkan keimanan, nasionalisme, keterampilan dan kreativitas anak yang berhadapan dengan hukum.

Selain itu, juga  menumbuhkembangkan rasa tanggung jawab, kecakapan hidup, harkat dan martabat anak yang berhadapan dengan hukum.

Kepala Bapas Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna, memaparkan terdapat 11 program unggulan yang menjadi ruang lingkup Rumah Kreatif Bapas Yogyakarta.

“Program unggulan yaitu bidang usaha budi daya lele, telur asin, tanaman pangan dalam pot, kerajinan gerabah (handy craft), pupuk kandang/kompos, bimbingan kewarganegaraan dan Pancasila, bimbingan rohani, bimbingan terapi doa, pijat energi, bimbingan agama dan konseling,” paparnya.

Baca Juga :  Mantan Kadindik Ini Kembali Tersangka Korupsi

Launching Rumah Kreatif Bapas Yogyakarta ditandai penandatanganan kerja sama oleh Kepala DP3AP2KB dr Mafilindati Nuraini MKes dan Kepala Bapas Kelas 1 Yogyakarta, disaksikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Gunarso.

Sri Purnomo menyampaikan apresiasi kepada Bapas Yogyakarta dan DP3AP2KB yang bekerja sama mengembangkan inovasi positif terhadap penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

“Rumah Kreatif Bapas Yogyakarta semoga benar-benar menjadi alternatif pidana bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Dan diharapkan ketika nanti anak-anak pulang kembali ke rumahnya mampu menjadi anak yang lebih baik, bermanfaat untuk keluarga juga bagi bangsa dan negara,” ujar Sri Purnomo.

Menurut dia, masa anak-anak merupakan masa perkembangan yang penting baik fisik, mental, maupun sosial. Namun kenyataannya, tidak semua anak mampu melalui proses perkembangan tersebut dengan baik sesuai dengan harapan.

Baca Juga :  Air Irigasi dari Waduk Wadaslintang Berkurang

Tidak sedikit anak-anak terjerumus hal-hal negatif dikarenakan beberapa faktor antara lain kurangnya perhatian orang tua dan kurangnya kepedulian sosial di lingkungannya.

Sri Purnomo menilai pentingnya peran orangtua berfungsi sebagai kontrol bagi pergaulan dan perkembangan anak. Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan upaya-upaya penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

Di antaranya, pendampingan anak berhadapan dengan hukum, rehabilitasi sosial, dan melakukan MoU antara DP3AP2KB dengan Bapas Kelas 1 Yogyakarta. (sol)