Sleman Peroleh Hibah Rp 3,6 Miliar dari Australia

288

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memperoleh dana hibah sebesar Rp 3,6 miliar dari program Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur atau Australia Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation (sAIIG).

“Berdasarkan perjanjian penerusan hibah (PPH) Pemkab Sleman mendapatkan hibah dari Pemerintah Australia sebesar Rp 3,6 miliar untuk pemasangan 1.200 unit sambungan rumah (SR) air limbah. Dana untuk pemasangan masing-masing unit sebesar Rp 3 juta,” kata Harda Kiswaya, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Senin (12/02/2018).

Pada Juni 2017 Pemkab Sleman menerima reimburse dana hibah sAIIG sebesar Rp 2,46 miliar untuk 820 unit SR. “Kemudian pada tahun yang sama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman melakukan pembangunan 235 unit SR dan menganggarkan 300 unit SR sehingga totalnya 535 unit SR.

“Sampai 2018 sudah melampaui kuota yang ditetapkan yaitu lebih 155 unit SR,” katanya.

Harda berharap Pemkab Sleman bisa mendapatkan tambahan kuota hibah karena Program Hibah sAIIG telah diperpanjang sampai 2020.

“Bantuan berupa pendampingan teknis perencanaan, desain, konstruksi, sosialisasi pada masyarakat, dan tata kelola sanitasi. Program hibah ini sudah dilaksanakan dengan baik serta berjalan lancar sejak awal. Namun, personel pendamping untuk technical assistance dirasa masih kurang karena hanya tiga orang untuk mendampingi beberapa kabupaten/kota di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Tim Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) melakukan review program hibah Australia-Indonesia Infrastructure Grants for Sanitation (sAIIG) yang diberikan pada Kabupaten Sleman.

Bambang Tata Samiadji selaku perwakilan tim KIAT mengatakan review tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait perkembangan dalam pelaksanaan, kemanfaatan, efektivitas bantuan hibah sAIIG.

Kunjungan dilakukan dibeberapa kota seperti Cimahi, Palembang, DIY. Di antara kabupaten/kota yang dikunjungi, Sleman termasuk kategori lancar pelaksanaan hibah.

“Sleman termasuk kategori kabupaten yang lancar, bahkan terlalu lancar. Karena apa yang dibangun bisa melebihi dari apa yang diusulkan,” katanya.

Menurut Bambang ke depan hibah tersebut akan dilanjutkan dalam bentuk lain lebih sederhana. Karena Pemerintah Australia masih mempunyai sisa dana yang cukup besar.

“Dalam lima tahun terakhir ini dana untuk sAIIG baru terserap sekitar 20 persen saja, sehingga masih bisa dimanfaatkan,” katanya.

Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengucapkan terima kasih atas bantuan hibah sAIIG.  Dirinya berharap kerja sama terutama di bidang sanitasi dapat terus terjalin sebagai pendukung mewujudkan kesehatan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di kabupaten ini. (sol)