Sleman Siap Hadapi Lebaran

108

KORANBERNAS.ID–Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk menyambut pemudik pada lebaran tahun ini. Pemkab memberi jaminan kenyamanan dan keamanan pemudik melalui berbagai sarana dan prasarana yang sudah dipersiapkan dengan baik.

Jaminan ini disampaikan Sekda Sleman, Sumadi SH MH di Sleman, Jumat (08/06/2018).

“Secara keseluruhan, kami siap menyambut dan melayani pemudik  yang masuk wilayah Sleman. Kami sudah melakukan pengecekan ke sejumlah ruas jalan, termasuk ruas jalan alternatif untuk memastikan kesiapan ini,” ujarnya.

Sekda yang didampingi sejumlah kepala dinas terkait mengungkapkan, meski nantinya ada cuti lebaran untuk PNS yang cukup lama, namun hal itu tidak akan mengurangi pelayanan aparat pemerintah kepada masyarakat.

Baca Juga :  Pedagang Menolak Rencana Kenaikan Retribusi 1.000 Persen

Untuk instansi yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat semisal Puskesmas dan rumah sakit daerah, pemerintah desa dan kecamatan akan menggunakan sistem piket.

Dengan demikian, pelayanan tetap akan berjalan normal kecuali pada hari pertama lebaran di mana biasanya pelayanan dibuka usai salat Idul fitri.

“Jadi pada prinsipnya untuk menghadapi lebaran ini kami sudah siap,” tandas Sumadi.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir Sapto Winarno menyebut ada sejumlah perbaikan jalan di wilayah Sleman yang menjadi kewenangannya. Namun perbaikan itu akan dihentikan sementara mulai H-10 lebaran untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas.

“Untuk jalur alternatif juga sudah diberi penambahan rambu dan penerangan sehingga bisa digunakan pemudik dengan nyaman dan aman,” jelasnya.

Baca Juga :  Merti Dusun Semampir Rekatkan Kerukunan

Hal senada ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan Mardiyana. Menurutnya, penambahan rambu penunjuk arah dan lampu penerangan  sangat dibutuhkan terutama di jalur alternatif yang besar kemungkinan bakal dilewati pemudik.

“Kami memprediksi jumlah kendaraan roda empat yang masuk Sleman naik 4 persen dan untuk roda dua naik 2 persen,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehata dr Nurulhayah memastikan pelayanan di Puskesmas dan rumah sakit daerah tetap berjalan normal karena ada sistem piket. Bahkan ada sejumlah Puskesmas yang buka 24 jam.

“Kami juga telah mendata ibu hamil yang kemungkinan melahirkan pada H-7 sampai H+7 lebaran dengan memberi pendampingan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diiinginkan,” katanya. (yve)