Sleman Tetapkan Sembilan Prioritas RKPD 2019

344
Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan rancangan awal RKPD tahun 2019 Kabupaten Sleman, Kamis (18/01/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memprioritaskan sembilan perencanaan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019.

Inilah pernyataan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Arif Setio Laksito, pada pembukaan Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan rancangan awal RKPD tahun 2019 di ruang pertemuan Kantor Bappeda, Kamis (18/01/2018).

Sembilan prioritas tersebut yaitu pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur, pengembangan potensi lokal, lingkungan hidup, peningkatan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah, tata kelola pemerintah serta budaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Sumadi SH MH, menambahkan dengan ditetapkannya prioritas tersebut diharapkan secara strategis mampu menjawab tantangan pembangunan yang kian dinamis.

Dengan begitu, hak-hak dasar masyarakat Kabupaten Sleman dapat terpenuhi, dengan memperhatikan prinsip keadilan, berkesinambungan dan berkelanjutan melalui bentuk kegiatan yang lebih terukur dan inovatif.

Baca Juga :  Ratusan Karyawan di Obyek Wisata Ini Perebutkan Jabatan

“Pada rancangan awal RKPD tahun 2019 ini tema yang kita angkat adalah mengembangkan potensi lokal daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya. Tematiknya adalah pengentasan kemiskinan, daya saing ekonomi lokal, dan mengatasi ketimpangan antar wilayah di Sleman,” papar Sumadi.

Sumadi mengatakan tiga item tersebut diharapkan menjadi fokus diskusi perencanaan awal RKPD. Selain itu, juga menjadi indikator sinergi sembilan prioritas pembangunan di RKPD 2019.

Baginya, penyusunan rancangan awal RKPD 2019 ini merupakan kesempatan awal bagi masyarakat dan Pemkab Sleman menyusun perencanaan partisipasif.

Forum ini sekaligus untuk memastikan kebijakan dan perumusan penyusunan kegiatan yang terwadahi dalam program-program yang dapat secara terukur berdampak postif bagi masyarakat.

Baca Juga :  Digelar “Lereng Merapi Menyanyi dan Menari”

“Melalui konsultasi publik ini saya berharap selain dapat mendorong siklus APBD 2019 tepat waktu, juga mampu memberikan adanya keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan penganggaran pelaksanaan dan pengawasan,” kata Sumadi. (sol)