SMA BOPKRI I Miliki Pojok Kependudukan

580
Drs Sulistyo SH CN MSi memberi sambutan pada peresmian Pojok Kependudukan dan Siswa Peduli Kependudukan, Senin (11/09/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — SMA BOPKRI I Yogyakarta kini memiliki Pojok Kependudukan dan Siswa Peduli Kependudukan, yang diresmikan oleh Deputi Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) pusat Dr Wendy Hartanto MA, Senin  (11/09/2017).

Keberadaan Pojok Kependudukan dan Siswa Peduli Kependudukan tersebut diapresiasi oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Setda DIY Drs Sulistyo SH CN MSi.

Dalam sambutannya dia mengatakan, sinergitas program BKKBN dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY ini, melalui integrasi pendidikan kependudukan dengan mata pelajaran di sekolah, bermanfaat untuk mempersiapkan remaja menyongsong masa depan.

Harapannya, pengetahuan mengenai kependudukan lebih mudah  dipahami dan dimengerti  para siswa serta implementatif untuk diterapkan dalam kehidupan  sehari-hari.

Baca Juga :  Kala Puan Maharani Terkesima Tembang Macapat

“Pemahaman generasi muda akan situasi kependudukan ini harus dimulai dari sekarang. Karena mereka merupakan generasi calon pemimpin bangsa berkiprah dalam pembangunan,” ungkapnya.

Sulistyo menegaskan pentingnya pendidikan untuk masa depan. Sayangnya, masih ada masyarakat yang kurang mengetahui atau paham pentingnya pendidikan.

“Kebanyakan dari kalangan bawah, masyarakat prasejahtera yang masih mengedepankan berjuang untuk bertahan hidup sehingga mengesampingkan pendidikan bagi anak-anaknya,” kata dia.

Data proyeksi BPS 2015, pendidikan rata-rata penduduk Indonesia baru 7,95 tahun, artinya baru lulus SD atau kelas 2 SMP.Sedang di DIY  sudah lebih baik yakni 9,12 tahun setara dengan kelas 1 SMA. “Ini harus ditingkatkan karena akan menjadi bekal mencari sumber-sumber penghidupan yang lebih baik,” kata Sulistyo.

Baca Juga :  Diklat Jangan Lagi Konvensional, Ini Alasannya

Dia berharap Pojok Kependudukan dan Siswa Peduli Kependudukan ini menjadi contoh sekolah-sekolah lain dalam upaya meningkatkan wawasan pengetahuan dan kepedulian terhadap masalah-masalah kependudukan. (arie giyarto)