SMK pun Bisa Raih Nilai UN Sempurna

473
Pengawas Balai Dikmen Sleman, Sigit Sri Hartini MPd menyerahkan penghargaan pada lulusan terbaik SMK Kesehatan Binatama dalam wisuda 83 siswa kelas XII di Grand Serella Hotel, Kamis (03/05/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Siswa SMK dikenal lebih kompeten dalam nilai ketrampilan keahlian dibandingkan nilai akademik matapelajaran (mapel) umum. Namun anggapan tersebut salah karena ternyata mereka bisa meraih nilai sempurna 100,0 untuk mapel umum.

Sebut saja siswa SMK Kesehatan Binatama yang berhasil meraih nilai 100,0 untuk mapel Bahasa Indonesia. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan nilai Teori Kejuruan  80,00.

“Siswa kami lulus seratus persen untuk program  keahlian keperawatan  dan program keahlian farmasi. Salah satu siswa kami berhasil meraih nilai seratus untuk mapel bahasa Indonesia sehinga rerata untuk mapel itu mencapai 73,20. Sedangkan Bahasa Inggris, nilai tertinggi  86, Matematika, nilai tertinggi 87,50, “ papar Kepala SMK Kesehatan Binata, Nuri Hastuti SP dalam wisuda 83 siswa kelas XII di Grand Serella Hotel, Kamis (03/05/2018).

Berdasarkan jumlah nilai UN,  nilai tertinggi Program Keahlian Keperawatan sebesar 312,00 diraih Thifal Azhaar Aufa Briandani. Sedangkan nilai tertinggi untuk program Keahlian Farmasi dan juga sekaligus tertinggi untuk SMK Kesehatan Binatama sebesar 320,5 atas nama Laras Dafariyanti.

“Kelulusan ini hendaknya dimaknai sebagai awal sebuah perjalanan hidup selepas pendidikan menengah dengan berbagai permasalahan hidup yang harus dihadapi kelak, sampai terbentuk  kedewasaan pribadi dan kematangan ilmu pengetahuan yang kelak dapat berguna bagi keluarga,masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Sementara Pengawas Balai Pendidikan Menengah (dikmen) Sleman, Sigit Sri Hartini MPd, mengungkapkan kelulusan tersebut menjadi pijakan yang lebih luas bagi peserta didik. Sekolah telah memberikan bekal pendidikan mereka untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan ke pendidikan tinggi.

“Profesinalisme dan etika yang dipelajari di sekolah diharapkan menjadi bekal yang harus dijaga para lulusan dimanapun,” imbuhnya.(yve)