SMP 1 Jumo Maju Lomba Sekolah Sehat

801
Bupati HM Bambang Sukarno memberikan sambutan pada acara penilaian sekolah sehat tingkat eks Karesidenan Kedu untuk SMP Negeri 1 Jumo.(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar, akhirnya SMP Negeri 1 Jumo  mewakili temanggung maju lomba sekolah sehat tingkat eks Karesidenan Kedu.

Ketua tim penilai Sri Rejeki ketika ditemui mengatakan, Lomba Sekolah Sehat, merupakan agenda tahunan program UKS yang diselenggarakan oleh 4 Dinas Terkait yakni Pemerintah Dalam Negeri, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan kementrian Agama yang tergabung dalam Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP-UKS).

Selain kabupaten Temanggung, penilaian dilakukan di Kabupaten/kota lain se eks Karesidenan Kedu. Adapun unsur-unsur yang menjadi patokan dalam penilaian Lomba Sekolah Sehat yaitu ketersediaan sarana dan prasarana, yang sesuai standar yang diperlukan. Selanjutnya, penilaian juga dilakukan pada sejauh mana sekolah memprogramkan UKS yang kemudian dilaksanakan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak kalah penting pula, dinilai yaitu bagaimana perilaku siswa dengan adanya penerapan program UKS di sekolah. UKS harus mampu memberikan dan mendidik siswa untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang selanjutnya dapat menjadi budaya mereka. Tentunya, tetap diterapkan di lingkungan rumah maupun masyarakat.

Dengan demikian, lanjutnya budaya hidup bersih dan sehat bisa lebih terasa gaungnya sehingga semua lapisan masyarakat menerapkannya sebagai kebiasaan hidup sehari-hari.

“Bagi yang berhasil keluar sebagai juara pertama, nantinya berhak mewakili Kedu dalam lomba yang sama tingkat provinsi Jawa tengah tahun 2019 mendatang,” ujarnya.

Diungkapkan, dalam penilaian ini tentu ada beberapa kriteria yang menjadi acuan tidak hanya sarana prasarana saja, tapi bidang lainnya seperti SDM, manajemen, sikap dan lainnya.

Sasaran penilaian ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kelas, ruang perpustakaan, tempat ibadah, ruang UKS, kamar mandi dan WC serta ruang fasilitas lainnya,” ucap Sri Rejeki yang aktivis PMI Temanggung.

Kepala SMP Negeri 1 Jumo  Dwi Margiyani ketika ditemui menjelaskan, dalam menghadapi penilaian lomba sekolah sehat, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan diantaranya membentuk kader kesehatan remaja, kader budidaya anggrek, kader penangkaran kupu-kupu, kader kantin sehat, kader pembuatan pupuk bokasi dan kader pemanfaat sampah.

Disamping itu, lanjutnya, juga melakukan  pengembangan lingkungan sehat dengan menanam berbagai tanaman bunga dan tanaman penghijauan. Hal itu selaras dengan SMP negeri 1 Jumo sebagai sekolah  Adiwiyata dan telah berhasil memperoleh penghargaan baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Bagi SMP Negeri 1 Jumo predikat juara bukanlah tujuan akhir, namun yang utama kita terus menggelorakan  semangat dan komitmen  dalam mewujudkan  sekolah sehat  baik aspek kesehatan jasmani dan rokhani sehingga terbentuk karakter dan budaya sehat  dikalangan guru dan siswa,” tandasnya

Bupati HM Bambang Sukarno, dikonfirmasi mengatakan, pihaknya terus mendorong semua sekolah yang ada   mulai pra TK, TK, SD, SLTP maupun SLTA terus berupaya keras mewujudkan tata kelola sekolah yang  bersih dan sehat. Dengan demikian kebiasaan hidup bersih dan sehat menjadi budaya hidup sehari-hari, sehingga  menunjang kelancaran kegiatan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu ditekankan kepada para guru harus bisa menjadi teladan dan terus memotivasi siswa-siswinya  agar berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang  bersih, sejuk dan asri diharapkan sekolahan yang punya pekarangan agar ditanami berbagai tanaman bunga dan penghijauan. Sedangkan yang tidak punya lahan bisa menanam di pot ataupun di teras sekolah. (SM)