SMPN 1 Kemangkon Gelar Semarak Aksi Peduli Lingkungan

239

KORANBERNAS.ID — Keluarga besar SMPN 1 Kemangkon Purbalingga, terdiri 765 siswa kelas 7, 8 dan 9, jajaran dewan guru, karyawan Tata Usaha, komite sekolah, alumni dan orang tua siswa, Selasa (07/11/2017), menggelar Semarak Aksi Peduli Lingkungan di sekolah setempat.

Dipimpin Kepala SMPN 1 Kemangkon, Sri Sulastri SPd, mereka menanam aneka pohon dan tanaman serta membersihkan lingkungan sekitar, untuk mewujudkan sebagai sekolah adiwiyata.

Hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Drs Supardan MM, Camat Kemangkon Drs Nurhadi MM dan  Wahyono, anggota DPRD Purbalingga yang juga alumni SMPN 1 Kemangkon. Ketiga tamu undangan itu masing-masing menanam pohon kelengkeng di halaman SMPN 1 Kemangkon.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Drs Supardan MM, mengapresiasi kegiatan ini. “Saya senang berada di sekolah ini, karena lingkungannya yang hijau. Semoga, kelak akan semakin hijau setelah ditanami aneka tanaman kali ini,” ujar Supardan.

Baca Juga :  Tak Perlu Galau, Jamkesda Tetap Ada

Kepala SMPN 1 Kemangkon, Sri Sulastri, mengakui melalui kegiatan ini pihaknya ingin menjadikan SMPN 1 Kemangkon sebagai sekolah adiwiyata yang ASRI yakni agamis, sehat, ramah lingkungan dan inovatif.

“Saat ini, kami memiliki areal 1, 6 hektar, di mana satu hektar di antaranya kini tengah kami persiapkan  sebagai areal hijau,”  ujar Sri Sulastri.

Selain kelengkeng, jenis pohon  yang ditanam pada Semarak Aksi Peduli Lingkungan itu, ada pohon mangga, jambu, palm dan matoa. Ada pula tanaman  obat untuk keluarga (Toga) seperti kunir, jahe dan laos maupun aneka tanaman hias.

Lebih dari itu, untuk mendukung sekolah adiwiyata, SMPN 1 Kemangkon mengembangkan kegiatan pengolahan sampah organik dan anorganik, membuat taman, sumur resapan, green house dan kolam sekolah.

Baca Juga :  STIE Semarang Studi Banding ke Unnes

“Untuk mendukung sebagai sekolah adiwiyata ini, para siswa kami tugasi membawa aneka tanaman toga dan tanaman hias. Sedangkan tanaman keras, kami dapatkan dari berbagai pihak, termasuk sumbangan dari alumni. Para siswa juga kami ajari untuk cinta lingkungan, dengan rutin merawat tanaman agar tumbuh subur,” ujarnya.

Saat ini, sambung Sri Sulastri, untuk mewujudkan  sebagai sekolah adiwiyata, pihaknya terus berkonsultasi dengan sekolah pembina adiwiyata yakni SMPN 3 Bukateja dan SMPN 4 Purbalingga. (sol)