SMPN Berbah Dikukuhkan Sebagai SSB

207
Petugas melakukan gladi lapangan bencana gempa bumi di halaman SMPN 1 Berbah, Sabtu (24/02/2018) lalu. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–SMPN 1 Berbah menggelar gladi lapang dalam menghadapi bencana gempa bumi di halaman sekolah setempat, Sabtu (24/02/2018) lalu. Selain untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi bencana, kegiatan ini sekaligus menandai dikukuhkannya SMPN 1 Berbah sebagai sekolah siaga bencana (SSB).

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Mustain Ainun, Senin (26/02/2018) mengatakan dalam setiap mitigasi bencana, harus mendapat dukungan dari masyarakat dan tim relawan. Sekolah juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana, sehingga dengan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

“Melalui kegiatan gladi lapang ini, diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,”  kata Mustain.

Selain itu, mitigasi bencana harus menjadi bagian dari budaya dan local wisdom masyarakat Sleman. Sehingga  pembinaan dan pelatihan cara penanggulangan bencana harus dimulai sejak dini. Termasuk diperkenalkan dan diajarkan di bangku sekolah. Bahkan sejak jenjang yang paling bawah.

Baca Juga :  Ini Pesan Bupati untuk Kades yang Baru

“Siswa-siswa sangat perlu diberi pemahaman dan pembinaan bagaimana cara penanggulangan dan mitigasi bencana,” paparnya.

Menurut Mustain melalui program SSB, guru dan siswa diharapkan mampu menjadi agen maupun pelaku dalam penanggulangan bencana. Mereka diharapkan juga secara aktif menggerakkan masyarakat di lingkungannya. Untuk itu terus akan mengembangkan SSB, terutama  di wilayah yang memiliki potensi bencana.

Kepala  pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto menambahkan  pembentukan SSB untuk mendukung kesiapsiagaan dan keterampilan warga sekolah dalam menghadapi bencana. Juga untuk membuat dokumen rencana kontinjensi sebagai pedoman dan ketugasan masing-masing tim jika bencana terjadi dan membuat kesepakatan bersama antara sekolah terdampak dengan sekolah penyangga. selain untuk mengantisipasi bila terjadi bencana.

Baca Juga :  Tebing Breksi, Obyek Wisata Favorit Akhir Tahun

“Kegiatan ini juga untuk mempersiapkan siswa dan perangkat sekolah apa yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana,” tambahnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Berbah, Siti Chalimah mengatakan ada sebanyak 30 orang yang tergabung dengan tim Siaga Bencana di SMPN 1 Berbah. Tim tersebut, terdiri dari Kepala Sekolah, guru, siswa, karyawan, komite sekolah dan orang tua siswa.

Salah satu tugas mereka, mensosialisasikan ilmu yang didapat dari pelatihan penanggulangan bencana kepada warga SMPN 1 Berbah yang lain.

“Jadi ketika ada bencana gempa bumi atau bencana lain, kita sudah siap,” ungkapnya. (SM)