Soal Bangunan Di Atas Saluran Air, Warga Jeblok Minta DPU Adil

105
Bangunan bertingkat di atas saluran depan Pasar Jeblok yang belum dibongkar. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Sejumlah warga Desa Jeblok Kecamatan Karanganom tepatnya yang tinggal di sekitar Pasar Jeblok Jalan Polanharjo-Klaten mendesak pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Klaten bersikap adil terhadap seluruh pemilik bangunan di atas saluran di kawasan itu.

Pasalnya langkah pihak DPU PR beberapa waktu lalu dengan mengirimkan surat peringatan kepada seluruh pemilik bangunan dimilai diskriminatif karena ada yang sudah membongkar sendiri bangunannya dan ada juga belum

“Sebagai contoh bangunan yang ada di depan pasar. Di sana ada dua bangunan. Satu diantaranya sudah dirobohkan sendiri oleh pemiliknya. Sedangkan satu lagi tidak dibongkar hingga sekarang. Tapi mengapa DPU tidak bongkar paksa dengan mengajak dinas terkait. Ini artinya tidak adil,”kata Agus, warga di depan Pasar Jeblok.

Baca Juga :  Kualitas Beras Mirip Raskin, Tiga Pasar Batal Laksanakan OP 

Dia merasa kasihan pada keluarga Sri Kandeg, pemilik bangunan yang sudah merobohkan sendiri rumahnya yang berdiri di atas saluran sudah puluhan tahun lamanya.

Setelah merobohkan rumahnya, keluarga Sri Kandeg kata dia, kini tinggal di rumahnya yang lain di depan pasar juga.

Jika DPU PR masih tetap tidak memberikan tindakan tegas, maka warga ujar Agus akan mendemo pemilik rumah untuk membongkar bangunan miliknya yang sampai sekarang masih berdiri kokoh sebagai tempat tinggal dan toko itu.

“Kalau DPU diam saja kami akan demo pemilik rumah atau kami masukkan di media. Biar banyak orang tahu. Atau jangan-jangan DPU takut karena pemilik rumah itu keluarganya Pak Lurah (Kades Jeblok),” jelas Agus.

Baca Juga :  Pedagang Tolak Tempati Pasar Darurat

Kekecewaan senada diungkapkan Sumini, warga Jeblok lainnya. Kepada koranbernas.id, dia menceritakan beberapa bulan lalu ada belasan pemilik rumah yang berdiri diatas saluran disekitar Pasar Jeblok mendapat teguran dari DPU PR karena melanggar aturan. Pemilik rumah diimbau membongkar sendiri bangunannya.

Namun pasca menerima surat teguran pertama baru satu rumah yang dibongkar milik keluarga Sri Kandeg. Sementara yang lain menunggu dibongkar bareng-bareng karena tidak punya rumah lain.

Sementara itu Kasi Pengendalian dan Operadional Bidang Sumber Daya Air DPU PR Sri Dadi mengatakan pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada pemilik bangunan di atas saluran disekitar Pasar Jeblok. Surat teguran itu akan disusulkan surat teguran kedua. (SM)