Soal Bonus Atlit Porda, Suara Dewan Pecah. Lho?

276
Anak-anak berlatih panjat tebing di Bantul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY yang digelar di Kabupaten Bantul
telah berakhir tanggal 4 Agustus lalu. Kabupaten Bantul berada di posisi kedua setelah Kabupaten Sleman dengan perolehan medali 134 emas, 112 perak dan 152 perunggu.

Anggota Badan Anggaran DPRD Bantul, H Setiya meminta kepada Bupati untuk memasukkan anggaran pemberian Bonus Atlet Porda pada APBD Perubahan 2017.

“Kita masih punya dana yang cukup untuk mengalokasikan anggaran. SILPA 2016 kan cukup besar ,”kata politisi PKS ini.

Setiya yang juga ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bantul Bantul ini menyampaikan setidaknya ada tiga alasan kenapa anggaran pemberian bonus dianggarkan dalam APBD Perubahan tahun ini.

Pertama, duitnya ada. SILPA dari APBD 2016 sebesar 252 M. Meskipun yang bisa dipakai tidak sepenuhnya, karena ada milik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ada juga komponen Dana Alokasi Khusus (DAK) dan
cukai yang sudah tertentu peruntukannya. Tapi sisa nya pun masih banyak.

Baca Juga :  Ketakutan, Lansia Ini Bersembunyi di Pojok Ruangan

“Untuk bonus atlet hanya pada kisaran 6 M. Dan proses pelaksanaan relatif cepat, untuk anggaran perubahan yang waktunya terbatas. Kalau buat membangun gedung ya enggak cukup waktunya,”katanya,
Kedua, sekarang jumlahnya sudah dapat dihitung. Perolehan medali baik emas, perak ataupun perunggu tim Bantul pada porda DIY.

“Saya belum mendapatkan datanya, tapi mestinya sudah ada dan bisa dihitung. Termasuk mana yang beregu dan perorangan. Alasan ketiga, ya alasan kemanusiaan saja. Sunnah-nya itu membayar pekerja sebelum kering keringatnya. Kalau para atlet yang telah bekerja membawa nama baik Bantul itu dianggap pekerja, mereka kan sudah bekerja keras di event porda kemarin. Saatnya pemerintah memberikan apresiasi, tidak perlu ditunda lagi,” tandasnya.

Baca Juga :  Karpet Mushola Dibakar, Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Ditambahkan Setiya, paska PORDA pihaknya sudah bekerja untuk menyiapkan PORDA berikutnya. Selain juga mengikuti ajang kompetisi tingkat nasional.

“Saya kira tugas pemerintah untuk memfasilitasi sebagaimana Visi Bupati Bantul Sehat Cerdas dan Sejahtera. Untuk itu pemberian bonus atlet sudah tidak perlu ditunda lagi,”katanya.

Namun sikap berbeda ditunjukan oleh Ketua Komisi D DPRD Bantul, Paidi Spd. Menurutnya untuk bonus atlit Porda tidak bisa di anggarkan dalam APBD Perubahan.

“Tidak bisa di APBDPperubahan, karena kita sudah anggarkan apbd tahun 2018,”Katanya. (yve)