Soal Tali Asih, Warga Minta Surat Pernyataan PA

319
Hasto Wardoyo, Selasa (29/08/2017) menemui penggarap tanah PAG yang meminta kejelasan soal tali asih dari  Paku Alaman. (SRI WIDODO/KORANBERNAS.ID)

KORANBERNAS.ID–Warga masyarakat penggarap tanah PAG yang terdampak bandara minta agar Pura Paku Alaman membuat surat pernyataan bahwa warga penggarap akan memperoleh uang tali asih yang nilainya pasti.

Warga saat ini resah, karena tali asih belum diterima. Namun lahan garapan mereka beserta tanaman dan lainnya sudah mulai diratakan dengan tanah oleh PT Angkasa Pura.

Oleh karena itu beberapa hari terakhir mereka menduduki alat berat yang digunakan landclearing tersebut. Diantar oleh Kades Glagah Agus Parmono, Selasa (29/08/2017) mereka menemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo agar bisa membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Hingga saat ini kami  belum tahu akan diberikan tali asih dengan nilai berapa. Padahal  lahan sudah diratakan. Kami khawatir besok Paku Alaman bisa lupa. Kami minta kebijaksanaan Pemda dan PT Angkasa Pura agar Paku Alaman memberikan keyakinan. Kami minta agar ada hitam diatas putih. Kalau sudah ada kejelasan, silahkan lahan digarap,” ujar Bayu (32) salah seorang penggarap lahan PAG di hadapan Hasto Wardoyo yang didampingi Sekda Astungkoro.

Baca Juga :  Komunitas Ini Pilih Tebar Ilmu di Pelosok Pedesaan

Bayu minta kalau belum ada pernyataan resmi hitam diatas putih dari Paku Alaman, seluruh proses penggarapan lahan dihentikan dulu.

“Kami menyadari PT Angkasa Pura diperintah melakukan percepatan pembangunan bandara. Namun pembangunan tujuannya untuk kesejahteraan rakyat. Jangan sampai dalam prosesnya malah menyengsarakan rakyat,” ujarnya.

Bayu menyatakan, selama ini mendukung bandara. Warga tidak mempermasalahkan proses AMDAL yang menyimpang dari undang-undang. Namun bila PT Angkasa Pura mengabaikan masyarakat, maka masalah AMDAL menyimpang akan diangkat seluas- luasnya.

Sapta (49) petani lainnya menyatakan, dari informasi yang pernah disampaikan, petani penggarap akan diberikan tali asih dengan jumlah total Rp 25 miliar. Angka ini sama artinya Puro Paku Alaman menilai harga tanah sebesar Rp 15.000 per meter.

Baca Juga :  Ki Seno Sempat Bilang Waduh

Warga mendesak, agar Hasto Wardoyo memperjuangkan tambahan tali asih. Karena, nilai lahan PAG dapat menjadi tinggi ketika dibebaskan, akibat campur tangan petani penggarapnya. Yaitu menjadikan lahan pasir tandus menjadi produktif.

Terhadap permintaan ini, Hasto Wardoyo menyatakan kesanggupannya untuk membantu.

Sambat dengan saya adalah cara yang tepat. Tidak perlu berbondong-bondong ke Pura Paku Alaman. Saya akan menyampaikan keinginan warga secepat mungkin,” ujarnya.(Sri Widodo/ SM)