Sogan Batik Angkat Kisah Sunan Kalijaga

339
Motif Hanacaraka, Batik Sunan Kalijaga karya Sogan Batik. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Siapa tidak kenal Sunan Kalijaga. Salah seorang dari sembilan wali yang berdakwah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa itu memang sangat terkenal.

Guna mengabadikan namanya, pada ajang Indonesian Modest Fashion Week, Iffah M Dewi beserta tim desain (Atiyah & Gresi Graventi) dengan label Sogan Batik menampilkan karya yang bercerita tentang kisah wali tersebut.

“Kisah sejarah kami sajikan menjadi sebuah koleksi yang mudah dipahami dan dimaknai untuk diambil hikmahnya, sehingga menjadi pengingat ketika sang pemakai menggunakan koleksi Sogan Batik saat beraktivitas sehari hari,” kata Iffah M Dewi, Minggu (08/07/2018).

Melalui penggunaan batik cap khas Jogja dengan dominasi warna hitam, cokelat dan merah, Sogan Batik mengolah elemen-elemen kisah sejarah Sunan Kalijaga maupun berbagai cara dakwahnya.

Ada elemen wayang, gamelan, suluk atau tembang, tata kota, tarian, alat pertanian, busana dan seni budaya tradisional lainnya. Semua itu  merupakan bagian dari budaya masyarakat Jawa.

Sogan Batik menurunkan kisah wali bernama asli Raden Syahid atau Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban dan Raden Abdurrahman itu, dalam bentuk sepuluh desain.

Baca Juga :  Festival Laguna Depok Siap Digelar

Masing-masing adalah Syekh Malaya_Long Coat, Lokajaya_Blouse, Waringin_blazer, Wayang_dress, Punokawan_tunik, Gamelan_outer, Topeng_tunik, SuroJan_blazer, Tani_kebaya serta Thareqa_dress.

Menurut Iffah, karya tersebut bersumber dari sejarah. Makna maupun filosofinya direpresentasikan melalui motif-motif yang beragam. Ini sejalan dengan kebesaran nama Sunan Kalijaga sebagai seorang wali yang sangat besar pengaruhnya bagi penyebaran agama Islam maupun kebudayaan masyarakat secara luas di tanah Jawa.

Peragaan busana karya Batik Sunan Kalijaga. (istimewa)

Misalnya, kata dia, untuk menggambarkan kekuatan wayang kulit sebagai sarana dakwah, Sogan Batik secara khusus menggarapnya dengan menghadirkan gunungan maupun motif Tirtotejo.

Iffah M Dewi menambahkan, batik “Sunan Kalijaga” dengan dominasi warna hitam, cokelat dan merah sangat cocok digunakan oleh muslimah dengan usia 25-45 tahun. Batik ini tersedia dalam motif Batik Cap, Motif Hanacaraka, Motif Parang Glendreh, Prang klithik serta Kawung.

Sogan Batik sebagai Brand VonceptIndonesian Handmade Batik for Muslimahs around the world” berkomitmen menyuguhkan karya batik asli sekaligus menarasikan pesan sejarah Nusantara dan Islam dunia pada setiap koleksi di balik motif batik dan desain busana. “Nilai-nilai inilah yang kami jadikan pakem utama dalam pengembangan koleksi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Program Kependudukan Perlu Data Akurat

Di bawah bendera CV Sogan Jaya Abadi yang berdiri tahun 2001, perusahaan yang beralamat di Rejodani Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 10 Sariharjo Ngaglik Sleman ini dimiliki oleh Taufiq Abdurrahman SE, Faizuddin Firdaus ST MM serta Iffah M Dewi SE.

Ragam motif Batik Sunan Kalijaga. (istimewa)

Dengan 70 orang karyawan, Sogan Batik konsisten berkarya di dunia batik dan fashion, mengingat industri ini bisa menambah lapangan pekerjaan bagi banyak pihak.

“Motif batik bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan historis dan kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia,” kata Iffah M Dewi.

Sogan Batik berkomitmen tidak hanya menyuguhkan sebuah karya batik saja namun juga menarasikan pesan sejarah Nusantara dan Islam dunia pada setiap koleksi di balik setiap motif batik.

Nilai-nilai inilah yang dijadikan ciri khas dan pakem utama dalam mengembangkan motif dan desain. Di sisi lain, setiap proses produksi batik mulai dari desain, pola, pembatikan, pewarnaan hingga penjahitan selalu diiringi zikir. (sol)