Spesialis Curat Kamar Kos Putri Ini Akhirnya Tertangkap

277
Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi (kiri) didampingi Kasubag Humas AKP Lasiyem (paling kanan) gelar perkara di mapolres, Senin (18/09/2017). (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pelaku pencurian disertai pemberatan (curat) kamar kost di Purworejo, akhirnya berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Purworejo. Pelaku yang ber KTP Jabar ini mengakui dirinya sudah empat kali menyikat barang-barang berharga milik penghuni kos-kosan di sejumlah lokasi di Purworejo. Yang menarik, seluruh korban adalah para pelajar putri yang kebetulan tinggal di kos-kos an.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi SH menerangkan, tersangka yang bernama Syaiful Hidayat (49) mengakui bahwa dia telah beraksi di empat kos-kosan putri.

“Awal terungkapnya saat pelaku usai melakukan pencurian di kos-kosan di Kampung Kliwonan, Purworejo. Dengan korbannya seorang pelajar bernama Adelia. Korban mengalami kerugian materi karena handphone andoridnya raib di dalam kamar kos,” terang Kholid, Senin (18/09/2017).

Baca Juga :  Tengok Lokasi Bencana, Wakil Rakyat Bawa 4 Ton Beras

Saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, ternyata sepanjang media Juli – Agustus dia juga melakukan kejahatan yang sama, yakni beraksi curat di tiga tempat kos berbeda. Dalam setiap aksinya, korban selalu merusak pintu atau jendela kamar kos korbannya.

Polisi juga mengamankan beberapa buah handphone android berbagai merk dan juga beberapamunit laptop. Totalmkerugian yang dialami para korban mencapai puluhan juta rupiah. Tersangka sendiri mengaku hasil penjualan hasil curiannya untuk keperluan hidup selama berada dii Purworejo.

“Hasil curian saya jual untuk hidup, Mas,” ucap Syaiful.

Selama ini dia yang asli dari Kabupaten Bandung, Jabar ini, tinggal di Desa Grabag Kecamatan Grabag, Purworejo. Kini tersangka berada di tahanan Polres Purworejo untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya karena polisi menjeratnya dengan KUHP Pasal 363 tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman kurungan selama tujuh tahun penjara. (yve)

Baca Juga :  Pro dan Kontra, Pengoperasian JLSS Harus Disurvei