SPM Pendidikan Dasar Sulit Terpenuhi

433
Suasana ekspose dokumen Roadmap Pemenuhan SPM-Dikdas Kabupaten Bantul. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora)  Kabupaten Bantul, Drs Didik Warsito, mengatakan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (SPM-Dikdas) di Kabupaten Bantul sulit terpenuhi karena masih ada banyak hambatan.

“Terdapat 27 indikator untuk Pemkab dan 13 indikator untuk sekolah/madrasah,” ungkapnya saat menghadiri acara Ekspose Dokumen Roadmap Pemenuhan Standar Pelayanan  Minimal Pendidikan Dasar (SPM-Dikdas) Kabupaten Bantul yang digelar di Kusuma Homestay Jalan Parangtritis, Senin (28/08/2017)

Di antaranya, SPM mengenai sarana dan prasarana, pendidik
dan tenaga kependidikan, kurikulum, penjaminan mutu dan untuk
sekolah/madsarah masih ditambah dengan manajemen sekolah.

Tampak hadir Bupati Bantul, Drs H Suharsono, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak swasta, perusahaan dan elemen masyarakat lain.

Baca Juga :  Joki Berkeliaran, Nama PMB UII Dicatut

“Sejak hadirnya program SMP-Dikdas kami melakukan berbagai langkah implementasi,” kata Didik.

Terkait dengan moraturium penerimaan PNS khususnya guru, menurut dia, Kabupaten Bantul mengalami kekurangan guru  PNS. Untuk jenjang SD di tahun 2017 ada 640 guru, dan SMP 363  guru. (sari wijaya)