“Srandul” Antarkan Prambanan Raih Juara

561
Pentas Srandul dari Kecamatan Prambanan menjadi yang terbaik dalam Festival Teater Tradisional Tahun. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kecamatan Prambanan meraih prestasi sebagai Penyaji Terbaik Pertama Festival Teater Tradisional Tahun 2017 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Jumat dan Sabtu (06-07/10/2017) di Pendapa Panggungsari Sariharjo Ngaglik Sleman.

Kecamatan Prambanan yang menyajikan Srandul mampu menyisihkan kontingen lain dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sleman, dengan nilai 1.203. Kecamatan Prambanan berhak atas trofi dan hadiah Rp 7,5 juta.

Penyaji terbaik kedua adalah Kecamatan Ngaglik yang menyajikan Sastra Tutur dengan nilai 1.183, penyaji terbaik ketiga Kecamatan Ngemplak yang menyajikan Srunthul dengan nilai 1.159.

Sedangkan penyaji terbaik keempat Kecamatan Depok yang menyajikan Kethoprak Ongkek dengan nilai 1.147, penyaji terbaik kelima Kecamatan Gamping yang menyajikan Kethoprak Lesung dengan nilai 1.141, dan penyaji terbaik keenam Kecamatan Mlati dengan sajian Drama Tari Antup, dengan nilai 1.109.

Baca Juga :  Ini Pesan Sultan untuk Bawaslu DIY

“Secara berturut-turut masing-masing memperoleh trofi dan hadiah sebesar Rp 6 juta, Rp 5,5 juta, Rp 4 juta dan Rp 3,5 juta,” kata HY Aji Wulantara SH Mhum, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Senin (09/10/2017).

Menurut Aji, Dewan juri Festival Teater Tradisional se-Kabupaten Sleman ini terdiri atas Drs  B Djoko Suseno MHum dari akademisi ISI Yogyakarta, Drs Sancaka SPd dari Dewan Kebudayaan Kabupaten Sleman dan Sukoco, praktisi seni Kabupaten Sleman.

Adapun kriteria penilaian meliputi originalitas garapan, kesesuaian dengan tema, intensitas suara teatrikal, tata rias dan busana, serta harmonisasi.

Aji menambahkan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menjaga eksistensi seni Teater Tradisional sebagai akar budaya yang adi luhung.

Festival Teater Tradisional tersebut diharapkan mampu menjadi wadah berekspresi para seniman teater tradisional.

Baca Juga :  Ribuan Tahu Siap Jual Terbakar Habis

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan tataran masyarakat Sleman yang berbudaya.

Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes menyambut positif kegiatan tersebut. Kabupaten Sleman memiliki tradisi dan budaya yang beraneka ragam.

”Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk mencintai, melestarikan dan memperkenalkan keanekaragaman tradisi yang ada di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Teater Tradisional merupakan salah satu kesenian yang berkembang di masyarakat, maka harus terus dilestarikan.

Sri Muslimatun juga mengungkapkan kesenian teater mengandung cerita sarat filosofi kehidupan serta nilai-nilai luhur.

Dia berharap teater tersebut tidak hanya hanya menjadi hiburan saja, namun dapat menjadi media penyampaian pesan positif ke masyarakat.

“Saya harap masyarakat bisa mengambil nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pertunjukan ini, sehingga bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya. (sol)