Sri Iswanti Diceburkan ke Sumur Saat Pingsan

302

Koranbernas.id — Pelaku pembunuhan terhadap perempuan asal Loano Purworejo, Sri Iswanti (21), yang ditemukan di sumur petani Glagah Temon Kulonprogo sudah tertangkap.

Dia adalah As (43) warga Bagelen Purworejo yang mengaku sebagai pacar dari korban.

AS mengaku menceburkan korban ke dalam sumur ketika Iswanti belum meninggal, baru dalam keadaan pingsan. Pelaku kemudian ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan, Rabu (17/01/2018) malam.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifai, kepada wartawan Kamis (19/01/2018) menjelaskan pelaku yang merupakan kekasih korban itu sempat mengelak melakukan pembunuhan.

“Tapi berdasarkan sejumlah data penyelidikan kemudian pelaku mengaku dan kami gelandang ke kantor,” ujarnya.

Pelaku As saat dibawa ke Polres Kulonprogo. (istimewa)

Polisi selain menahan tersangka juga membawa barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat Nopol AA 3496 ZV, sweater warna merah, sebuah helm berwarna hitam, sebuah batu yang digunakan untuk memukul korban serta satu unit telepon genggam berwarna putih.

Menurut Kapolres, berdasarkan pengakuan pelaku, korban Iswanti dijemput di sekitar tempat kosnya di Purwodadi Purworejo, tidak jauh dari tempat kerjanya sebagai LC rumah karaoke. Dengan sepeda motor keduanya menuju Glagah Kulonprogo.

Memasuki daerah Glagah pada tengah malam itulah keduanya cekcok. Puncaknya terjadi di selatan TPR Obyek Wisata Glagah. Sekitar 200 meter keduanya berhenti.

As mendapat makian sehingga kalap kemudian mengambil batu untuk memukul korban. Sri yang merasa terancam akhirnya ikut mengambil batu dan membalas pukulan korban.

Dari pengakuan As, Iswanti menjauh dari As. Namun karena telanjur kalap As mengambil batu melempar Iswanti hingga pingsan. Dalam keadaan pingsan korban diseret dan diceburkan sumur.

Sepeda motor inilah yang dikendarai pelaku. (istimewa)

Seperti diberitakan, pagi harinya warga Glagah menemukan jenazahnya dalam sumur milik petani.

“Pelaku kita jerat pidana primer 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara subsider 351 ayat 3 dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara,” kata Irfan.

Penangkapan terhadap pelaku juga di-back up petugas dari Polda  DIY dan Polres Purworejo. Dari pengakuannya, pelaku melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati dan cemburu kepada korban yang sudah dipacarinya selama lima tahun berusaha meninggalkan dirinya. (sol)