Abdi Dalem Sudah Ada Sejak Berdirinya Keraton

255
Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyalami abdi dalem yang baru saja dikukuhkan, Sabtu (07/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengukuhkan Pengurus Paguyuban Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Wewengkon Kabupaten Sleman periode 2018-2022, Sabtu (07/04/2018). Pengukuhan diadakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Sri Purnomo  mengatakan Abdi Dalem Keraton sudah ada dan melayani Sultan sejak berdirinya Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Meski begitu, Sri Purnomo yakin Keraton Ngayogyakarta tidak memandang Abdi Dalem sebagai pembantu, tetapi lebih sebagai petugas birokrasi Keraton sekaligus abdi budaya.

Sri Purnomo juga mengatakan menjadi Pengurus Paguyuban Abdi Dalem merupakan tugas dan tanggung jawab yang besar. Maka dia berharap mereka terus mengembangkan kreativitas dan kemampuannya.

Agar mampu menjadi penyangga budaya keraton di tengah masyarakat, dia menghimbau Abdi Dalem untuk aktif dan selalu memanfaatkan setiap kesempatan guna mendiskusikan aspek kebudayaan, khususnya budaya Jawa.

Baca Juga :  Inspirasi dan Perpustakaan Baru untuk SD Negeri Bunder III Patuk

Dengan begitu, Abdi Dalem akan memiliki keluasan serta ketajaman pandangan terhadap dinamika perkembangan budaya bangsa dan dunia.

“Jadi, dari dukungan dan kinerja Abdi Dalem inilah kita dapat mempertahankan nilai kultur Keraton,” ungkap Sri Purnomo.

KRT Gondohadiningrat selaku sesepuh Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengatakan, Abdi Dalem harus bersikap aktif dan inisiatif.

Abdi Dalem tidak harus menunggu perintah dari Sultan sebagai pimpinan di Keraton. “Ini adalah dhawuh dari Ngarsa Dalem,” jelasnya.

KRT Gondohadiningrat berharap para Abdi Dalem mampu menjadi suri teladan di tempat tinggal dan di tempat kerjanya masing-masing.

Untuk itu, Abdi Dalem harus memiliki sopan santun, perkataan dan sikap yang mencerminkan budi pekerti yang luhur.

Baca Juga :  Giripeni Studi Banding ke Desa Puro Sragen

Ada 38 pengurus baru yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut. Ketua satu dijabat oleh KRT Ir Danuwiyoto, dan Ketua dua dijabat KMT Probowibowo SE.

Selain itu ada seksi-seksi Pengembangan Seni dan Budaya di antaranya Bidang Macapat, Bidang Karawitan, Bidang Seni Kontemporer, Bidang Panatacara, Bidang Upacara Adat, Bidang Jamasan, Bidang Kerohanian, Bidang Prajurit dan Bidang Humas/Publikasi. (SM)