Sriwijaya akan Tambah Rute Kalimantan dan Sulawesi

157
Sejumlah petugas dari sedang melakukan persiapan akhir pada Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. (dokumentasi)

KORANBERNAS.ID—Tahun 2018, maskapai nasional Sriwijaya Air akan membuka rute-rute baru dari Jogja ke sejumlah wilayah. Selain sejumlah destinasi di Sumatera, rute ke beberapa kota di Kalimantan dan Sulawesi juga akan direalisasikan.

District Manager Sriwijaya Air Yogyakarta Faisal Rahman mengatakan, saat ini grupnya telah memiliki sekitar 450 jadwal penerbangan regular. Perinciannya, untuk Nam Air sekitar 150 rute, dan Sriwijaya Air 300-an rute. Rencana penambahan penerbangan untuk sejumlah rute ini didorong oleh terus tumbuhnya pasar penumpang dari Jogja.

Berdasarkan data, jumlah penumpang di Jogja tumbuh sekitar 13 persen pertahun. Dan jumlah ini diperkirakan akan tumbuh lebih besar lagi, seiring dengan segera beroperasinya bandara yang baru di Kulonprogo.

Baca Juga :  Bermodal KTP, Bawa Pulang Produk Idaman

“Yang menarik, pertumbuhan 13 persen tadi ternyata cukup merata untuk berbagai kota tujuan. Bukan lagi hanya Jakarta tapi juga kota-kota lain di wilayah Barat dan Timur Indonesia,” kata Faisal, disela-sela penerbangan perdana Jogja-Pangkal Pinang, Kamis (28/12/2017) malam. Penerbangan dari Jogja ke Pangkal Pinang pp ini merupakan penerbangan langsung pertama kali yang menghubungkan kedua kota.

Direktur Operasi Nam Air –anak perusahaan Sriwijaya Air-, Capt Daniel Adhitya mengatakan, pengembangan rute baru di 2018, terutama akan diprioritaskan untuk destinasi-destinasi yang belum memiliki atau masih sedikit operator yang melayani penerbangan langsung. Selain itu, pengembangan rute baru juga membidik daerah-daerah pariwisata.

“Untuk melayani rute-rute baru itu, kita juga akan menambah jumlah armada, baik Boeing ataupun ATR,” katanya.

Baca Juga :  KHC Beri Kejutan untuk Member yang Datang Pagi Hari

Diantara yang akan dilayani penerbangan baru, kata Daniel adalah Jogja-Pontianak dan Jogja-Sulawesi (kotanya akan ditentukan kemudian).

Menurut Daniel, penerbangan langsung, saat ini semakin diminati oleh konsumen. Sebab dengan penerbangan langsung, konsumen tidak perlu transit di kota-kota lain yang mereka tidak berkepentingan. Dengan demikian, waktu tempuh sudah pasti akan lebih cepat.

“Jogja menjadi salah satu kota yang jadi perhatian kami untuk 2018. Sebab Jogja sudah menjadi magnet baik untuk kepariwisataan ataupun pendidikan,” papar Daniel.(SM)