Stadion Sultan Agung Disegel

280
PHL yang dipecat membentangkan spanduk dan menyegel Stadion Sultan Agung, Kamis (11/01/2018) siang. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Pekerja Harian Lepas (PHL) di lingkungan Pemkab Bantul berbuntut panjang.

Sehari sebelumnya puluhan PHL dari Dinas Perdagangan demo di DPRD Bantul, kini hal serupa dilakukan oleh PHL yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga  (Disdikpora).

Mereka menggelar  demo di kompleks Stadion Sultan Agung (SSA) dengan cara membentangkan spanduk bernada protes dan menyegel pintu masuk ke stadion.

Tulisan pada spanduk itu di antaranya berbunyi Anak bojoku mangan apa? Aja semena-mena karo wong cilik, SSA Sedulur Sak Lawase dan tulisan dengan nada sejenis.

Salah seorang karyawan, Marwan (35) mengaku sudah bekerja 13 tahun atau sejak SSA pertama kali dibangun. Pekerjaannya membersihkan dan merawat kompleks SSA misalnya memotong rumput dan merapikan tanaman.

“Saya bekerja setiap tahun diperpanjang kontraknya. Baru tahun ini pada bulan Januari saya diputus setelah 13 tahun bekerja dengan baik tanpa ada pelanggaran yang  saya lakukan,” kata Marwan.

Baca Juga :  Menangkan Prabowo-Sandi dengan Cara Santun

Maka ketika Rabu (10/01/2018) dia dan teman-temannya dipanggil oleh dinas untuk mendapatkan hasil tes dalam amplop tertutup dan ternyata hasilnya pemutusan kerja, dirinya shock dan terpukul.

Tes dilakukan oleh Polda DIY sebagai pihak yang ditunjuk oleh Pemkab Bantul pada 11 dan 15 Desember silam, terhadap 1.190 PHL dari semua dinas/instansi  Bantul di SKB Sewon.

“Kalau memang selama saya bekerja tidak baik,  pasti ada evaluasi atau komplain. Namun selama ini baik-baik saja,” katanya.

Untuk itulah dirinya berharap Pemkab Bantul meninjau ulang PHK tersebut ataupun bisa membatalkan, sehingga dirinya bisa bekerja dan menghidupi anak istrinya, begitu pun dengan PHL lain yang sudah tidak lagi muda.

“Memang ada lowongan penerimaan PHL lagi oleh Pemkab Bantul, tetapi banyak di antara kami yang tidak memenuhi syarat misal batas umur atau pendidikan. Jika di syarat minimal pendidikan SMA, di antara kami ada yang hanya lulus SMP atau  bahkan SD. Untuk itu mohon ada kebijakan terhadap eks PHL ketika memang ada penyaringan lagi,” katanya.

Baca Juga :  Kemenpora Boyong Pelatih Lalu Muhammad Zohri ke Jogja

Dari 30 orang pekerja di stadion, lanjut Marwan,  ada 15 orang yang di PHK. “Namun kami semua sudah bersepakat untuk tidak melakukan kegiatan  ketika teman yang lain tidak dipekerjakan kembali,” katanya.

Senada dikatakan Widodo, seorang security yang mengaku memang mereka telah sepakat untuk tidak bekerja. “Kami sudah mengadakan pertemuan baik PHL yang diperpanjang atau yang di PHK.  Kami sepakat untuk tidak bekerja sebagai bentuk solidaritas kepada rekan yang di PHK tadi,” katanya.

Mereka tidak akan bekerja hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hanya memang sebagai security, kewajiban cek SSA tetap akan dilakukan untuk memastikan stadion tetap aman. (sol)