Status Merapi Tetap Normal

241
Foto erupsi Gunung Merapi Jumat (11/05/2018) yang beredar di masyarakat. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Usai terjadi letusan freatik Jumat (11/05/2018) pagi, hingga kini status Gunung Merapi tetap Normal atau Level I. Tidak ada erupsi susulan. BPPTK PVMBG juga tidak merekam adanya peningkatan kegempaan di Gunung Merapi.

“Pascaerupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. Status Gunung Merapi tetap Normal (Level I),” ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Tidak perlu panik dan lakukan antisipasi. Gunakan masker jika melakukan aktitivitas di luar rumah.

Erupsi freatik Gunung Merapi sempat menyebabkan hujan abu di beberapa tempat khususnya bagian selatan hingga barat daya dari puncak kawah Gunung Merapi.

Bandara Adisutjipto Yogyakarta untuk sementara ditutup karena terdampak sebaran hujan abu vulkanik Gunung Merapi. Pihak otoritas bandara menyampaikan penutupan sementara bandara berlaku dari pukul 10:42 sampai 11:10.

Usai salat Jumat, belum terlihat satu pun pesawat terbang melintasi wilayah udara Kota Yogyakarta.

Hujan abu terjadi di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Sleman meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak dan sebagian Kecamatan Sleman.

Di Sleman hujan abu turun di daerah Jombor, Ngaglik, Pasar Sleman, Jalan Kaliurang Km 10, Godean, Depok dan Gamping. Di Kota Yogyakarta hujan abu tidak terlalu tebal tapi turun hampir merata.

Eko Suwanto. (istimewa)

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, berharap warga bersikap tenang mengikuti prosedur penanganan bencana agar semua selamat.

“Kita juga minta seluruh komponen bekerja optimal membantu yang terdampak bencana,” kata Eko Suwanto,  Jumat siang.

Seluruh komponen yang terlibat di penanganan kebencanaan diharapkan bisa mengantisipasi dampak yang diakibatkan pascaerupsi freatik.

Sesuai keterangan kronologis dari Pusdalops PB DIY, erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan, sebelum erupsi freatik terjadi jaringan seismik gunung Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan, namun demikian sempat teramati peningkatan suhu kawah secara singkat, pada pukul 06:00.

“Laporan terkini dari Pusdalops PB DIY,  kondisi Gunung Merapi berstatus “Normal”, ada hujan abu dari puncak namun sudah reda,” kata Eko Suwanto.

Dia menyatakan, sesuai catatan yang dilaporkan Pusdalops PB DIY di pengungsian barak Purwobinangun Sleman kurang lebih ada 190 jiwa. Mereka adalah kelompok rentan terdiri dari balita dan anak-anak. Sedangkan yang lain bertahan di rumah.

Warga di daerah terdampak erupsi yang berada di lereng Merapi telah mengungsi ke tempat yang aman di beberapa barak pengungsian.

Mereka adalah warga Srunen yang dievakuasi ke Kecamatan Glagaharjo. Warga Kalitengah Lor dievakuasi ke pasar Butuh. Warga Kalitaengahkidul dievakuasi ke barak Kuripan. Warga Kinahrejo dan Ngrangkah dievakuasi ke barak Umbulharjo.

“Kita harapkan semua tidak perlu panik.  Percayalah, ada petugas dan relawan di lapangan yang siap membantu,” kata Eko Suwanto. (sol)