Status Merapi Waspada, Tiga Ribu Warga Pakem Dievakuasi

307
Petugas membantu pengungsi dalam Gladi Lapang Simulasi Bencana dan Pengukuhan FPRB Desa Harjobinangun, Selasa (17/10/2017).(bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Suara sirine yang memecah keheningan pagi, membuat 3.625 orang warga Pakem dievakuasi di Lapangan Harjobinangun Pakem akibat naiknya status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga. Evakuasi tersebut dilakukan di tiga Padukuhan seperti Desa Harjobinangun, Hargobinangun dan Candibinangun.

Tampak raut kecemasan terlihat dari wajah para warga yang dievakuasi, terlebih banyak warga yang lanjut usia tertatih-tatih menyelamatkan diri. Tim Forum Penguran Resiko Bencana (FPRB) Desa Harjobinangun bersama tim kesehatan, BPBD Sleman dan relawan bahu membahu menangani para pengungsi. Situasi ini terlihat dalam Gladi Lapang Simulasi Bencana dan Pengukuhan FPRB Desa Harjobinangun, Selasa (17/10/2017).

Kegiatan itu dilaksanakan sebagai upaya untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Pemerintah, termasuk di tingkat daerah memiliki perhatian serius dalam upaya peningkatan kapasitas untuk masyarakat desa.

Sebab masyarakat merupakan pelaku utama dalam upaya penanggulangan bencana. Mereka juga menjadi kelompok pertama yang terdampak bencana.

Karena itu Sleman berupaya menyiapkan masyarakat untuk tanggap bencana. Selain simulasi atau gladi lapang tersebut, juga dilakukan pengukuhan pengurus Forum Pengurang Resiko Bencana Desa Harjobinangun oleh Wakli Bupati Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan, gladi lapang ini menjadi momen strategis bagi masyarakat Sleman, khususnya bagi masyrakat Desa Harjobinangun untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terkait bencana erupsi Gunung Merapi.

“Saya berharap, keberadaan forum ini dapat berkontribusi secara positif dalam penanganan bencana di Kabupaten Sleman sekaligus mampu menjadi motor penggerak masyarakat dalam mitigasi bencana,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman mempunyai komitmen untuk terus membekali masyarakat dengan kemampuan mitigasi bencana. Sleman terus mendukung pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) sejak tahun 2014 sampai dengan hari ini di Sleman sudah dikukuhkan sebanyak 36 Destana.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsigaan Bencana BPBD DIY, Heri Siswanto mengatakan, berdasarkan pemetaan yang dilaksanakan pada tahun 2012, DIY terdapat 12 potensi bencana. Dari 438 desa yang ada di DIY 301 desa merupakan desa rawan bencana, salah satunya di Desa Harjobinangun.

“Desa Harjobinangun merupakan destana yang ke 23 dari 29 Destana yang ditargetkan pada tahun 2017,” imbuhnya. (yve)