Stipram Siap Jadikan Indonesia Laiknya Spanyol

1171
Penampilan Jikustik dalam KPK Stipram di kampus terpadu, Rabu (09/08/2017).

KORANBERNAS.ID — Pariwisata Indonesia bisa seperti Spanyol. Tak melulu menjual sumber daya alam (SDA) sebagai aset wisata, beragam potensi wisata Indonesia bisa dikembangkan laiknya Madrid atau Barcelona yang bisa menjual dunia sepakbola sebagai aset wisata yang sangat potensial dan mendatangkan jumlah wisatawan yang luar biasa.

“Sepakbola jadi ikon dan daya tarik Madrid dan Barcelona sehingga angka kunjungan wisata di dua kota tersebut. Indonesia juga bisa seperti itu,” ujar Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta, Suhendroyono disela Kegiatan Pengenalan Kampus (KPK) dengan menghadirkan Jikustik di Kampus Terpadu Stipram, Ringroad Timur, Modalan, Banguntapan, Bantul, Rabu (09/08/2017).

Karena itulah pengembangan potensi dan varian destinasi wisata menjadi keharusan yang harus dilakukan. Kalau Spanyol menawarkan sepakbola, Indonesia bisa menawarkan varian berdasarkan kearifan lokal.

Stipram berupaya ikut berperan dalam mengembangkan varian destinasi wisata. Diantaranya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata yang kompeten dengan kerjasama universitas dari Spanyol.

“Kami bekerjasama dengan gredos san diego, universitas di spanyol untuk program joint degree, double degree, pertukaran mahasiswa, riset bersama, foreign case study. Kami bahkan dapat kesempatan untuk bermain bola selama dua jam dengan real madrid dan barcelona. Program itu diharapkan menghasilkan wawasan yang lebih luas akan varian destinasi wisata,” tandasnya.

Sementara terkait KKP, Wakil Ketua Stipram, Diamsih menjelaskan, kampus itu mengundang Jikustik bagi 1.500 mahasiswa baru yang berasal dari 34 provinsi. Kegiatan itu dimaksudkan untuk memberikan bekal pada mahasiswa baru akan program-program akademik dari Stipram.

“Diharapkan mahasiswa tidak bingung dan canggung saat berkuliah, termasuk magang di dunia industri,” jelasnya.

Dalam program KPK, lanjut Damiasih tidak ada perploncoan atau kekerasan. Mahasiswa diberikan sosialisasi narkotika dari Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY.

“KPK ditutup dengan kuliah perdana yang diisi dari kemenhan, koperts wilayah lima dan gubernur diy, dari gredos san diego spanyol dan university of malaya malaysia sabtu 12 agustus besok,” imbuhnya.(tugeg sundjojo/yve)