Stok Aman, Sleman Jadi Gudang Beras

132
Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bersama sejumlah pejabat melakukan panen raya padi dengan varietas Ciherang yang dikembangkan oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Jogotirto Mandiri di Dusun Jogotirto, Kecamatan Berbah, Rabu (21/02/2018).(nila jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI melakukan panen raya padi dengan varietas Ciherang yang dikembangkan oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Jogotirto Mandiri di Dusun Jogotirto, Kecamatan Berbah, Rabu (21/02/2018).

”Panen ini diharapkan mampu memotivasi para petani dalam memproduksi padi secara maksimal, sehingga Sleman mampu mempertahankan predikatnya sebagai gudang berasnya provinsi DIY,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya meningkatkan inovasi dalam menjawab tantangan yang ada termasuk dalam pertanian salah satunya yaitu dengan menggalakkan pola tanam jajar legowo dan mewajibkan pola tanam jajar legowo bagi kelompok tani yang menerima bantuan.

“Keunggulan dari pola tanam ini adalah peningkatan hasil produksi, karena pola tanam ini berimplikasi pada kemudahan dalam pemberian pupuk dan pengendalian organisme penggangu serta kemampuan dalam menjaga kesuburan tanah karena adanya jarak tanam,” ujar Sri Purnomo.

Baca Juga :  Anak Yatim Piatu Terima Santunan Rp 300 Ribu

Bupati memaparkan saat ini tanaman pangan utama Kabupaten Sleman, yakni padi dan jagung masih mengalami surplus. Untuk padi, surplus sebanyak 101.277 ton dengan produksi padi sebesar 290.672 ton, luas panen sebesar 50.854 ha serta produktivitas 57,15 kw/ha. Sementara jagung mengalami surplus sebesar 34.608 ton dengan produksi 47.060 ton, luas panen 6.123 ha serta produktivitas 76,85 kw/ha.

“Saya berharap ke depan petani dapat terus berinovasi mengembangkan budidaya pertanian guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berkaitan dengan hal ini, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, diharapkan dapat terus memotivasi petani agar semakin inovatif dan bisa memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian,” katanya.

Baca Juga :  Ini Gagasan Agar Raihan Zakat Capai Target

Selain itu, Pemkab Sleman juga mewajibkan penambahan pupuk organik sebagai upaya dalam menjaga kualitas hasil produksi yang aman bagi kesehatan, adanya pola tanam dan pemupukan berimbang serta menggalakkan pertanian pangan yang ramah lingkungan.

Terkait pupuk organik, sebanyak 2,5 ha dari keseluruhan luas lahan yaitu 18 ha, telah memakai pupuk organik. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Sido Rukun.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo juga berkesempatan langsung memberikan bantuan secara simbolis kepada Gapoktan Agro Jogotirto Mandiri yaitu berupa mesin traktor yang berjumlah 9 buah.

Selain itu, Sri Purnomo juga melakukan panen padi langsung di sawah bersama sejumlah tamu undangan dari beberapa instansi terkait. (yve)