STTA Kembangkan UKM Industri Bambu di Sleman

287
Pemberian bantuan alat kerja STTA pada UMKM (istimewa)

KORANBERNAS.ID –Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA) ikut berperan mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di wilayah Tlogodadi, Sleman. Program itu digagas sebagai salah satu pengaplikasian tri dharma perguruan tinggike ilmuannya kepada lingkungan.

“Upaya ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian STTA kepada masyarakat,” ujar Marni Astuti, Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat STTA disela pemberian bantuan untuk UKM Industri Bambu Karya Manunggal dan Industri Bambu Muda Kreatif, Tlogodadi Sleman, Sabtu (29/07/2017).

Marni menjelaskan, STTA mendapatkan dana hibah Pengabdian Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) dari Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi untuk masa program tahun 2017. Kemenristekdikti memberikan kesempatan kepada PT untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini kami realisasikan salah satunya dalam bentuk menyerahkan alat kerja berupa mesin kompresor ke ukm ,” ujar dia.

Dengan bantuan alat tersebut diharapkan para perajin mampu meningkatkan produksi. Sebab saat ini sedang menyelesaikan pesanan pembuatan gasebo dengan bahan baku bambu untuk pasar Eropa.

Selain memberikan bantuan alat kerja, STTA juga melakukan pendampingan terhadap UKM tersebut. Sebab UKM sebagai bentuk usaha tradisional memiliki kecenderungan etos kerja karyawannya masih kurang optimal dan terkesan ‘sak geleme’ (semau sendiri-red).

Baca Juga :  Anak Tukang Bubur Masuk Capratar Akmil

Untuk itu pihaknya memberikan pelatihan manajemen, seperti program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga sosialisasi 5 R yaitu, gerakan untuk Rapi, Resik, Rawat, Ringkas dan Rajin.

Marn menjelaskan, awalnya tempat usaha Pak Nano, suasananya berantakan, alat kerja dan sampah (limbah) berserakan.

“Setelah kami melakukan sosialisasi K3 dan 5R, lingkungan usaha Pak Nano menjadi lebih baik, sampahnya dibersihkan juga peralatan kerja bisa tertata rapi di dalam rak,” terang Marni.

Sementara Riani Nurdin, anggota Pelaksana Pengabdian Masyarakat STTA mengungkapkan, Program Studi (Prodi) Teknik Industri di lingkungan STTA telah memberikan pembinaan terhadap beberapa UKM di Yogyakarta.

“UKM ini sudah menjadi mitra STTA sejak lama dan menjadi obyek penelitian kami. Tujuan penelitian ini untuk mengimplementasikan keilmuan yang kami miliki agar bermanfaat untuk UKM mitra,” papar dia.

Riani menjelaskan, rencana bantuan UKM Industri Bambu Karya Manunggal dan UKM industri Bambu Muda Kreatif diajukan ke Dikti pada tahun 2016. Namun baru tahun ini dana hibah bisa cair.

Baca Juga :  PAUD Ini Memilki Cara Khusus Lakukan Pembiasaan Siswa

“Jadi pemberian bantuan kepada UKM ini salah satunya sebagai bentuk pertanggung jawaban kami kepada pemerintah,” terang Riani.

Sumarno, pemilik UKM Industri Bambu Karya Manunggal mengaku senang menerima bantuan dari STTA ini.

“Harapan saya dengan bantuan ini bisa meningkatkan produksi usahnya. Dengan kompresor bantuan ini, akan dipakai untuk pengecatan dan pemasangan paku gasebo bambu pesanan pasar eropa,” kata pria yang menekuni usaha bambu selama 20 tahun itu.

Nano menambahkan saat ini pihaknya mendapat pesanan 150 gasebo untuk pasar Eropa. Untuk menyelesaikan pesanan ini dibutuhkan waktu selama 1 tahun.

“Untuk menyelesaikan pesanan gasebo satu kontainer dengan tenaga kerja dua belas orang, membutuhkan waktu selama satu setengah bulan, untuk satu kontainer berisi tiga puluh gasebo,” lanjut Nano.

Di tempat terpisah, Muryadi pemilik UKM industri Bambu Muda Kreatif mengatakan kalau pihaknya membutuhkan tempat untuk pengawetan.

“Kami mendapatkan bantuan bahan material untuk pembuatan bak berukuran 1m x 8 m untuk tempat pengawetan bambu tersebut. Semoga dengan bantuan ini bisa membantu dalam menyelesaikan industri kerajinan bambu kami,” jelasnya.(yve)