STTN dan AAU Kerja Sama Selenggarakan OPTK

310
Ketua STTN Edy Giri Rachman Putra dan Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Sri Mulyo Handoko serta Sekretaris Utama Batan, Ir Falconi Margono MM berjabat tangan usai penandatanganan kerja sama, Rabu (02/05/2018).  (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Akademi Angkatan Udara (AAU) bekerja sama menyelenggarakan Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) 2018.

Kegiatan yang rencananya dilaksanakan di Yogyakarta pada 11-13 Mei 2018 itu diikuti sekitar 1.500 peserta dari beberapa perguruan tinggi kedinasan. Terdapat 20 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan wasit dan aturan sesuai yang ditetapkan KONI.

Kerja sama ini diwujudkan dengan penandatanganan naskah kerja sama oleh Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra dan Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Sri Mulyo Handoko di Gedung STTN Yogyakarta, Rabu (02/05/2018).

Hadir pula dalam kesempatan itu,  Sekretaris Utama Batan, Ir Falconi Margono MM.

Ketua STTN Edy Giri Rachman Putra mengatakan, kerja sama ini diinisiasi oleh STTN dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kedua lembaga pendidikan ini merupakan perguruan tinggi kedinasan yang memiliki tugas pokok dan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. STTN dan AAU memiliki potensi yang sama untuk saling mendukung fungsi tersebut,” kata Edy Giri.

Baca Juga :  BCA Salurkan Beasiswa Rp 500 Juta untuk Mahasiswa Berprestasi UGM

Kerja sama yang berlangsung hingga lima tahun ke depan ini tidak hanya berupa penyelenggaraan OPTK saja, melainkan dapat dimanfaatkan dengan kegiatan lainnya, seperti pemberian kuliah umum di AAU tentang teknologi nuklir, atau kuliah umum tentang wawasan kebangsaan/bela negara untuk mahasiswa STTN.

Menurut Edy Giri, kerja sama ini juga dapat diisi dengan saling memanfaatkan fasilitas laboratorium bersama untuk melengkapi kebutuhan masing-masing.

Dia mengakui, kerja sama ini sangat bermanfaat bagi STTN dalam mendukung pencapaian tugas pokok dan fungsi STTN, mengenalkan pemanfaatan teknologi nuklir dan meningkatkan kualitas SDM.

“Sebagai penyelenggara OPTK, STTN maupun Batan mempunyai kesempatan mensosialisasikan dan mendiseminasikan iptek nuklir kepada peserta OPTK yang kelak akan menjadi calon pimpinan bangsa di masa depan,” tambahnya.

Kerja sama dengan AAU, sama juga seperti kerja sama dengan perguruan tinggi kedinasan lainnya akan membuka peluang untuk memberikan pengetahuan tentang iptek nuklir bagi para taruna yang kelak akan menjadi pimpinan di TNI dan bagi STTN akan mendapatkan pendidikan kebangsaan serta tentang pemanfaatan nuklir untuk ketahanan energi, sosial maupun politik.

Baca Juga :  Darurat Kekeringan Masih Berlanjut

STTN merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan yang didirikan Batan pada 1985 dengan nama Pendidikan Ahli Teknologi Nuklir (PATN).

Pada 2001, PATN berubah nama menjadi STTN dengan dua jurusan dan tiga program studi yakni Jurusan Teknokimia Nuklir dengan program strudi Teknokimia Nuklir dan jurusan Teknofisika Nuklir dengan program studi Elektronika Instrumentasi, dan Elektromekanik.

Sedangkan AAU berawal dari Sekolah Penerbang yang didirikan pada 1945, sebagai salah satu lembaga pendidikan militer di bawah koordinasi TNI Angkatan Udara.

Dalam perkembangan selanjutnya, pada 26 Juli 1965 ditetapkan sebagai hari jadi AAU dengan tiga jurusan yakni Aeronautika, Elektronika dan Administrasi. (sol)